Awalbarri’s Blog

April 30, 2009

Pengertian filsafat

Filed under: Uncategorized — awalbarri @ 7:35 am

• Harfiah filsafat berasal dari falsafatun(B.Arab) yang berakar dari Yunani Philo (cinta) dan Sophia (pengetahuan, hikmah)
• Istilah(praktis) alam pikiran. Maksudnya, berpikir scr mendalam dan sungguh-sungguh.1

o Filsafat : sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan akal pikiran belaka.2
o Filsafat : sejenis pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai oleh akal dan bagaimana sikap manusia setelah mencapai pengetahuan itu.3
o Filsafat : the attempt to answer ultimate question critically.4
o Filsafat : pemikiran teoritis tentang susunan kenyataan sebagai keseluruhan.5
o Filsafat : a collective name for question which have not been answerd to the satisfication of all thathave asked them.6
1. Apa yang dicari filsafat..?
• Filsafat mencari:
1. hakikat dari segenap kenyataan yang ada (garapan metafisika)
2. hakikat dari sebagian kenyataan yang ada (garapan cabang filsafat).
3. filsafat kealaman  mencari hakikat kealaman
4. filsafat kejiwaan manusia  mencari hakikat manusia
5. filsafat ketuhanan  mencari hakikat tuhan
• metafisika adalah inti semua filsafat
• filsafat adalah induk semua ilmu pengetahuan
1. ilmu pengetahuan kefilsafatan
2. ilmu pengetahuan kealaman
3. ilmu pengetahuan kejiwaan manusia
4. ilmu pengetahuan ketuhanan
3. Apa Hakikat Itu..?
• hal yang paling esensial (terdalam).
• Sesuatu di belakang kenyataan, bersifat transcendental, di luar jangkauan indrawi.
• hanya dapat dijangkau melalui penalaran murni (akal budi), renungan filsafat
• merenung mencari hakikat adalah proses berfilsafat, contoh sehari-hari :
melayat orang meninggal  ingat akan segala hal di belakang peristiwa tersebut yaitu;
hakikat mati :
• kembali ke asal
• berhenti fungsi fisiologi
• meninggalkan nilai-nilai : iman, amal ibadah
Respon Penulis
1.
1. Dari pengertian filsafat tsb. bahwa kecintaan terhadap pengetahuan muaranya pada kebijaksanaan sehingga akan berlaku bajik(tidak sombong)
2. Buah pemikiran(hakekat sesuatu) akan sangat tergantung pada sejauh mana proses berpikir filosof
3. Proses berpikir itu sangat dipengaruhi oleh intelejensia, situasi dan kondisi si filosof
4. Sifat kebenaran yang diperoleh setiap filosof adalah spekulatif (tidak sama)
1 A. Syadali, Filsafat Umum, Pustaka Setia, 1997, hal. 11
2 Poedjawijatna, Pembnimbing Ke Alam Filsafat, 1974, hal. 11
3 Hasbullah Bakry, Sistematika filsafat, 1971, hal 11
4 Bertnard Russel, Joe park, Selected Reading in the Philosophy of education, 1960, hal.3
5 D.C. Mulder, Pembimbing Ke Dalam Ilmu Filsafat, 1966, hal 10
6 William James, Encyclopedia of philosophy, 1967, hal. 219

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: