Awalbarri’s Blog

Februari 26, 2009

SOSIALISASI KETRAMPILAN UNTUK MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA

Filed under: Uncategorized — awalbarri @ 7:14 am

KOTA MOJOKERTO – Sekitar 100 orang Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Mojokerto mendapatkan sosialisasi tentang keterampilan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian, Senin (12/5) di Gedung PKK Kota Mojokerto Jalan Hayam Wuruk dengan dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Mojokerto Hj. Ninis Suyitno dan Pengurus Darma Wanita Persatuan Kota Mojokerto.
Menurut Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Mojokerto Hj. Ninis Suyitno, selain menyampaikan tentang kedisiplinan berseragam, dalam sosialisasi ini juga menjelaskan tentang kegiatan DWP Kota Mojokerto menyambut HUT Kota Mojokerto mengadakan lomba merias untuk waria, lomba karaoke menyambut HUT Kemerdekaan RI. Disamping DWP Kota Mojokerto setelah menerima sosialisasi ini dapatnya menerapkan ilmu yang diperolehnya karena dengan membekali sosialisasi tambah jiwa mandiri, yang pada akhirnya bisa memberi rangsangan DWP untuk menciptakan lapangan kerja secara mandiri,” harap Ninis.
Adapun tujuan dari kegiatan sosialisasi ini untuk meningkatkan wawasan dan meningkatkan kemampuan jiwa wirausaha bagi anggotanya, juga dengan kegiatan ini anggota DWP Kota Mojokerto yang sudah berwirausaha dapat mengatasi permasalahan dalam menghadapi tantangan persaingan yang semakin global.
Dr. Ludi Wisnu Wardana sebagai narasumber dari Universitas Negeri Malang menyampaikan materi tentang ketrampilan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian. Dari materi tersebut dapat dijelaskan bahwa negara Indonesia yang belum maju perekonomiannya dikarenakan masih kurang mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan diantaranya etika, kejujuran, bertanggungjawab, hormat pada aturan dan hukum masyarakat, hormat pada hak orang, cinta pada pekerjaan, mau bekerja keras dan tepat waktu. Supaya bisa maju kita boleh meniru kiat-kiat bisnis yang berhasil antara lain menikmati kesibukan yang bisa menimbulkan profesi serta bekerja dengan senang, apabila mendapat tantangan.
Dalam kesempatan tersebut DWP Kota Mojokerto juga mendapat penjelasan tentang masalah penanggulangan kanker yang disampaikan oleh Drs. Budi Bachtiar dari Lembaga Penanggulangan Penyakit Kanker Indonesia. (Rr,Yuk – Humas)
Pemalang Gelar Sosialisasi KUR bersama BRI
http://www.p2kp.org (04/11/2008), PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Pemalang, bermitra dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), melaksanakan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI kepada 90 koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), baik BKM lokasi lama maupun BKM lokasi baru, se-Kabupaten Pemalang, di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Pemalang, akhir Oktober 2008.

Acara tersebut dihadiri, antara lain, Kepala Bappeda Kabupaten Pemalang Ir. Sudaryono, CES, Pimpinan cabang BRI Pemalang Hestu Hernowo, dan Koordinator Kota PNPM Mandiri Perkotaan Yusef Krido Priyono, Msi.

Menurut Hestu Hernowo, realisasi dana KUR yang sudah disalurkan kepada usaha kecil menengah di Kabupaten Pemalang mencapai Rp20 miliar. Penyaluran KUR tersebar di 15 kecamatan melalui 25 kantor unit Bank BRI dengan jumlah peminjam mencapai 4.689 orang, jelasnya. Hestu menambahkan, melalui KUR masyarakat yang mempunyai usaha kecil skala rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dapat mengakses dana tersebut dengan mudah tanpa persyaratan yang memberatkan.

Syarat untuk mendapatkan dana KUR cukup dengan melampirkan fotokopi KTP, KK, dan surat keterangan usaha dari pemerintah desa. Nasabah KUR adalah nasabah baru yang tidak mempunyai pinjaman dari bank lainnya, yang dibuktikan melalui Bank Indonesia (checking). Besaran pinjaman dana KUR maksimal Rp5 juta, jangka waktu 3 tahun dengan bunga 1,125% per bulan.

Pada acara tersebut, peserta sosialisasi banyak melontarkan pertanyaan seputar masalah agunan dan berbelit-belitnya proses pinjaman di bank. Seperti yang dikeluhkan Kistoto dari BKM Harapan Maju, Desa Bulu. Ia mengeluhkan masalah agunan. Selama ini masyarakat yang mempunyai usaha kecil takut berhubungan dengan bank, karena agunan yang harus dijaminkan adalah sertifikat tanah, padahal besarnya pinjamannya tidak besar, ungkap Kistoto.

Menanggapi hal itu, Hestu Hernowo menjelaskan, dalam program KUR masyarakat yang meminjam dana tersebut dijamin oleh pemerintah. Proses pinjaman KUR tidak berbelit-belit, proses pencairannya paling lama hanya satu minggu sejak pinjaman diajukan, tegas Hestu.

Ia menambahkan, ke depannya mungkin BKM bisa mengajukan pinjaman atas nama lembaga, yang kemudian bisa disalurkan kembali ke KSM-KSM produktif yang sudah terbentuk di masing-masing desa/kelurahan. Dengan adanya KUR masyarakat miskin produktif yang selama ini sulit mendapatkan akses ke perbankan bisa mendapatkan modal untuk mengembangkan usahanya.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Kota PNPM MP Kabupaten Pemalang Yosef Krido Priyono mengatakan, kegiatan sosialisasi KUR ini merupakan langkah awal dalam kegiatan kemitraan dengan BRI. Diharapkan setelah mengikuti sosialisasi KUR dari BRI ini, BKM sebagai lembaga yang mewakili masyarakat kelak ikut mensosialisasikan KUR kepada masyarakat sekitarnya yang mempunyai usaha produktif dan tergabung dalam KSM ekonomi agar bisa mendapatkan modal, kata Yosef. Jadi, selain mendapatkan modal dari BLM, kelak KSM ekonomi akan mendapatkan modal melalui program KUR ini. Dengan mendapatkan tambahan modal, maka geliat ekonomi di desa dapat bergerak maju dan secara otomatis membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Dengan begitu tujuan pemerintah akan tercapai, yakni mengentaskan masyarakat miskin melalui usaha produktif.

KUR merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Melalui program tersebut setiap badan usaha koperasi atau usaha kecil menengah dapat mengajukan kredit kepada bank yang ditunjuk pemerintah. Kelima Bank yang ditunjuk untuk pengajuan KUR, antara lain, BRI, Bank Mandiri Syariah, Bank Tabungan Negara, Bukoppin, dan Bank Niaga.

LED Buka Peluang Lapangan Kerja Kaum Muda
Malang (28/02)- Masalah pengangguran merupakan persoalan yang tidak akan terselesaikan dalam kurun waktu 5 tahun mendatang, banyak program yang telah ditempuh oleh pemerintah untuk mengatasi persoalan ini namun belum menunjukan hasil yang signifikan. Saat ini International Labor Organization (ILO) bekerjasama dengan Badan Perencanaan Kabupaten Malang (Bapekab) melakukan sosialisasi pengenalan Program Local economic Development (LED) yang bertujuan untuk menemukan potensi ekonomi di daerah dan membuka lapangan kerja bagi kaum muda. Acara sosialisasi LED dibuka oleh Wakil Bupati Malang H. Rendra Kresna di Ruang Rapat Singhasari, Kamis (28/02). Matthieu Cognag, Perwakilan dari ILO Jakarta menjelaskan bahwa Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan merupakan dua daerah di Jawa Timur yang dipilih sebagai daerah percontohan program LED setelah menyisihkan 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Penentuan ini berdasarkan pengajuan dari masing-masing daerah yang menginginkan daerahnya dijadikan daerah percontohan program LED. Maksud dan tujuan pelaksanaan sosialisasi ini adalah pemahaman tentang Program Local Economic Development yang selanjutnya diharapkan adanya komitmen bersama dari berbagai pihak dalam menjawab permasalahan kebijakan ketenagakerjaan serta mendukung program pembangunan ekonomi Kabupaten Malang. Adapun daerah yang dijadikan sasaran lokasi program LED di Kabupaten Malang adalah Poncokusumo, dengan potensi agrowisatanya yang akan dikembangkan. Diharapkan memunculkan potensi ekonomi di daerah tersebut dan membuka lapangan kerja bagi kaum muda, dan nantinya bisa dijadikan daerah percontohan bagi daerah lainnya. Metthiue Cognag juga mencontohkan pembanguan ekonomi daerah di Pulau Weh, Aceh yang dulunya merupakan daerah terisolasi karena sulit dijangkau, kini setelah diterapkankannya program LED ini menjadi derah yang bisa langsung dijangkau setelah dibukanya jalur penerbangan internasional di Pulau Weh. Dan saat ini Pulau Weh terkenal sebagai daerah tujuan wisata diving (menyelam) yang baru. Acara sosialisasi LED ini dihadiri dari berbagai kalangan baik pemerintah, swasta, sektor perbankan, LSM, Koperasi, Balai Latihan Kerja, Kadin, SPSI, Asosiasi perusahaan, masyarakat dan Perguruan Tinggi. (Humas/gyo/ind)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: