Awalbarri’s Blog

Januari 8, 2009

LANDASAN AQIDAH

Filed under: Uncategorized — awalbarri @ 7:04 am

1. Mengenal Tuhan

Tuhan kita adalah Allah, pencipta langit dan bumi pencipta manusia dalam bentuk jin dan yang mengatur segala urusan.
Allah memrintahkan kita agar mengingkari thaghut dan beriman kepada Allah. Seperti firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 256 yang artinya
“ maka barang siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada al’urwatul wusrqa ( buhul tali yang amat kuat )
Al’urwatul wtsqa ( buhul tali yang amat kuat ) adalah laa illaaha illallah yang artinya tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.

2. Mengenal Agama kita , yaitu Islam
Agama kita adalah agama islam. Allah tidak menerima agama selain dari padanya. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Imran ayat 85 yang artinya “ barang siapa yang mencari agama selain agama Islam maka sekali- sekali tidaklah akan diterima ( agama itu )dari pada Nya.

Tingkatan agama ada 3 yaitu
a. Islam
b. Iman
c. Ihsan

a) Islam adalah berserah diri kepada Allah ta’ala dengan mentauhidkanNya tunduk kepadaNya dengan ketaatan serta berlepas diri dari syirik dan para pelakunya dan juga agama kebaikan, kebahagiaan dan kegembiraan.
b) Iman adalah engkau percaya kepada Allah, para MalaikatNya, Kitab – kitabNya, para RasulNya, hari akhir, dan percaya kepada taqdir yang baik maupun buruk.
c) Ihsan adalah engka menyembah kepada Allah seakan –akan engkau melihatNya dan jika engkau tidak melihatnya maka sesungguhnya dia melitmu.

Bagi orang yang baru belajar mengenai Islam dan rukunNya pertama yang di jatuhkan kedalam dati adalah perihal ketauhidan ( tidak ada Tuhan selain Allah ) setiap hamba yang menyatakan sepenuhnya dengan gerakkan hati ikhlas, penuh ketulusan dan tanpa di paksa dari sudut apa pun ia melafaskan kalimat Allah yaitu :
1. Bersahadat yang artinya aku bersaksi ( teguh ) tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi ( teguh ) Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Sejak seseorang melafazkan dalam shalat ia sudah memiliki hati baru, pandangan baru dan perilaku baru yang bermula berangkat dari hati yang sebersih – bersihnya selanjutnya ia mel;akukan hal- hal kewajiban di bawah ini.
2. Mendirikan Shalat
3. Mengeluarkan Zakat
4. Berpuasa
5. haji kebaitullah bagi yang sudah mampu.

Pentingnya Aqidah Islamiyah
Pentingnya aqidah islamiyah tampak dalam banyak hal diantaranya :
1. Bahwasannya kebutuhan kita terhadap aqidah adalah di atas segala kebutuhan dan kepentingan kita terhadap aqidah adalah diatas segala kepentingan. Sebab tidak ada kebahagiaan, kenikmatan dan kegembiraan bagi hati kecuali dengan beribadah kepada Allah.
2. Bahwasannya aqidah islamiyah adalah kewajiban yang paling besar dan yang paling ditekankan, karena itu adalah sesuatu yang pertama kali yang diwajibkan kepada manusia.
3. bahwasnnya aqidah islamiyah adalah satu- satunya aqidah yang bias mewujudkan keamana dan kedamaian, kebahagiaan dan kegembiraan
Demikian pula hanya aqidah islamiyah satu – satunyaaqidah yang bias mewujudkan kecukupan dan kesejahteraan

3. Mengenal nabi Muhammad Saw
Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. Beliau adalah nabi yang paling mulia dan punutup para nabi .
Nabi Muhammad Saw telah menyampaikan agama ini beliau memerintahkan kepada kita agar melakukan segala bentuk kebaikan dan melarang kita dar4i segala bentuk kejahatan.
Kita wajib meneladani Nabi kita Muhammad Saw dan wajib mendahulukan kecintaan kepadanya dari pada kecintaan kita dari orang tua, dan segenap manusia. Sabda Rasul yang artinya :
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kamu sehingga aku lebih ia cintai dari pada orang tuanya, anaknya, dan segenap manusia. ( HR. Albukhari wa Muslim )
Sedangkan yang dimaksud dengan kecintaa kepada Nabi Muhammad Saw adalah dengan mengikuti ajaran dan mentaatinya.

TAUHID
Kalimat Tauhid ﻼﺍﻟﮫﺍﻼﱠﺍﷲ ) ) semua yang di ungkapkan disana intinya adalah hanya Allah. Kepada Allah atau kecuali Allah terkumpul jadi satu dan disemayamkan dalam hati “ Allah “ segala apa yang tersirat berupa bencana atau kebahagiaan di dunia, maka proses pengembalian adalah Allah. Inilah yang danampakkan dengan ilmu Tauhid, pembahasan semenjak aqidah islam sampai keimanan tyidak terhitung banyaknya dan poros pengembalian tetap pada Allah yang Esa.
Esa tersebut menyangkut 5 espek yaitu :
1. Esa pada zatnya : Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tidak berakhir
2. Esa pada sifatnya : Allah punya sifat yang tidak disifati oleh selain dia
3. Esa pada namanya : Hanya dia yang berhak mempunyai nama Allah
4. Esa pada perbuatannya : Allah berdiri sendiri
5. Esa pada pengabdian & penyembahannya : hanya Allah satu- satunya yang berhak disembah dan tempat mengabdi.
Tujuan utama adalah menebalkan pondasi meninggikan keyakinan dan keimanan.
Tauhid ada 3 macam yaitu : Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan Tauhid asma’ dan sifat.
1. Tauhid Rubuiyah : mengesakan Allah dalam hal- hala perbuata- perbuatannya menciptakan, memberi rezeki, mengatur segala urusan, menghidup dan mematikan
2. Tauhid Uluhiyah : mengesakan Allah dalam hal- hal perbuatan – perbuatan hamba yang diperintahkannya karma itu semua bentukibadah harus ditujukan hanya kepada Allah semata.
3. beriman kepada asma dan sifat Allah yang ada dalam Alqur;an yang sifatnya untuk diriNya.
KEIMANAN
Syarat utama seseorang diterima amal kebajikannya disisi Allah adalah ia memiliki keimanan baik dan keislaman yang sholeh. Tanpa iman dan islam seseorang tidak pernah diterima oleh Allah walau ia suka menolong membantu orang atau mungkin amla hartanya melimpah ruah sebab iman dan islam merupakan urat dari segala kebajikan.
Yakin dan percaya bahwa semua itu perintah Allah dan inilah yang harus kita imani dalam Islam.
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat- malaikat Allah
3. Iman kepada Kitab –kitab Allah
4. Iman kepada Utusan Allah
5. Iman kepada Hari akhir
6. Iman kepada Qodho dan Qhodar suatau kebutuhan baik & buruk semua dari Allah.

Iman harus dibuktikan sebagai seseorang mukmin benar – benar membuktikan bahwa dia juga seorang muslim, ialah membuktikan rasa keimanan itu dengan melakukan amal saleh ( islam ). Sesungguhnya iman walaupun dai kebetulan mengerti rangkaian dan urut- urut rukun iman. Oleh karena itu cara membuktikan imannya seorang hamba dilihat amal shalehnya.

• Makna iman kepada Allah yaitu pembenaran yang pasti akan wujud ( kebenaran ) Allah taala mengakui rububiyah, uluhiyah serta asma dan sifat Allah. Sesungguhnya mengakui wujud Allah adalah perkara fitrah bagi manusia sebagai besar manusia mengakui wujud Allah. Sesungguhnya setiap makhluk telah diberikan fitrah untuk beriman kepada penciptanya tanpa harus di ajari terlebih dahulu. Dan mengakui bahwsannya Allah segala sesuatu pemilik, pencipta, pemberi manfaat dan mendatangkan kebahagiaan.
• Makna beriman kepada Malaikat yaitu kepercayaan yang pasti tentang keberadaan para malaikat dan bahwasannya mereka adalah salah satu jenis makhluk Allah yang tidak pernah mendurhakai apa yang di perintahkan Allah ats mereka dan senantiasa melakukan apa yang di perintahkannya.
Beriman kepada Malaikat mencakup empat hal yaitu :
1. Beriman kepada keberadaanya
2. Beriman kepada mereka yang kita ketahui nama- namanya seperti jibril as dan terhadap mereka yang tidak kita ketahui nama – namanya, kita beriman kepada mereka secara global
3. Beriman kepada apa yang kita ketahui dari sifat- sifat mereka
4. Beriman kepada apa yang kita ketahui dari tugas0 tugas yang mereka lakukan ats perintah Allah, seperti bertasbih dan beribadah kepadanya siang malam tanpa lelah atau jenuh.

Beriman kepada para malaikat memiliki pengaruh yang agung dalam kehidupan mukmin, diantaranya :
1. Mengetahui keagungan dan kesempunaan kekuatannya.
2. Senantiasa istiqamah
3. Bersabar dalam mentaati allah serta merasakan ketenangan
4. Bersyukur kepada allah atas perlindungan kepada anak adam
5. Waspada bahwa dunia ini fana dan tak kekal.

• Makna beriman kepada Kitab- kitab Allah yaitu kepercayaan yang pasti bahwasannya Allah Swt memiliki kitab –kitab yang diturunkan kepada para Rasul untuk disampaikan kepada para hambanya bahwa kitab – kitab tersebut adalah kalamullah yang dengan Allah berbicara secara sesungguhnya sesuai yang pantas untuk dirinya bahwa didalam kitab – kitab tersebut terdapat kebenaran, cahaya dan petunjuk bagi manusia baik di dunia maupun di akhirat

Keistimewaan Al Qur’anul Karim
Sesungguhnya Al Qur’anul karim adalah kalamullah ( firman Allah ) yang diturunkan kepada Nabi dan teladan kita Muhammad Saw karena itu setiap mukmin senantiasa mengagungkan Al Qur’an dan berusaha untuk berpegang teguh dengan hukum – hukumnya serta mentaati perintah – perintah dan adab – adabnya. Suatu ketika Aisya ra ditanya tentang akhlak Nabi Muhammad menjawab “ Akhlak beliau adalah Al Qur’an
ﻜﺍﻥﺧﻟﻘﮫﺍﻟﻘﺮﺂﻥ
• Makna iman kepada utusan utusan Allah setiap muslim wajib beriman kepada para Rasul. Iman kepada para Rasul – Rasul Allah ialah mengetahui dan meyakini dengan sebenarnya bahwa para rasul itu utusan Allah untuk menyampaikan ajaran – ajaranNya kepada umat manusia berdasarkan dalil – dalil yang kuat dari Al Qur’an dan Al Hadist.
Bagi kaum muslimin para Nabi dan Rasul Allh itu di jadikan teladan dalam hidup dan kehidupan ini, karena kit ayakin bahwa mereka sengaja diutus untuk mengajak kita hidup bahagia di dunia dan akhirat.
Fungsi Iman kepada Para Rasul yaitu :
– untuk menjaga hati dan keyakinan kita agar tidak terjerumus kepada ajaran yang sesat
– untuk menjaga kata- kata dan perbuatan yang menyimpang dari ajaran Allah dan Rasul yang akan menimbulkan durhaka dan dosa bagi manusia.
– Untuk mendorong timbulnya semangat ibadah dan pengabdian kepada Allah dan RasulNya dan berusaha mencegah timbulnya perbuatan yang mungkat kepada Allah dan Utusannya
– Untuk memelihara kesucian agama
– Untuk mendorong perbuatan yang baik dan berguna bagi umat manusia sebagaimana telah di contohkan oleh utusan Allah.

• Makna beriman kepada hari akhir sesungguhnya tidak ada sesuatu yang bias menghilangkan keberatan manusia terhadap urusan dunia setelah keimanan kepada hari akhir. Yaitu keyakinan bahwa setiap kelebihan harta benda yang dipakai oleh manusia dalam kehidupan dunia semata- mata untuk mentaati Allah dan memenuhi perintahnya bakal diganti kelak diakhirat dengan harta yang lebih bernilai lebih kekal dan abadi.
Ketika seseorang beriman kepada hari akhir tentu ia yakin bahwa setiap kenikmatan yang ada di dunia tidak mungkin bisa di bandingi dengan kenikmatan akhirat. Allah meneguhkan ( iman ) orang – orang yang beriman dengan jawaban yang teguh, sehingga orang yang beriman akan menjawab “ Tuhanku Allah, Agamaku Islam dan Nabiku Muhammad”

• Beriman kepada Taqdir mencakup 4 perkara yaitu :
1. Beriman bahwasannya Allah mengetahui segala sesuatu baik secara global maupun rinci dan bahwa Allah telah mengetahui segenap makhluknya sebelum ia menciptaka ia mengetahui rezeki mereka, ajal mereka, ucapan dan perbuatan mereka, segenap gerakan dan diam mereka, juga mengetahui siapa bagi mereka yang termasuk penghuni surga dan neraka
2. beriman terhadap dituliskan qadar tersebut yaitu bahwasannya Allah telah menulis segala yang ia ketahui ilmunya sebelumnya bahwa semua itu tertulis di Lauhul Mahfuzh
3. Beriman kepada kehendak Allah dan tidak ada satupun yang menolakkan dan beriman kepada kekuasaan Allah yang tidak dapat di lemahkan oleh suatu apa pun.
4. beriman bahwa yang menciptakan segala sesuatu dialah satu – satunya sang pencipta hanya Allah semata.
Yang wajib kita ketahui adalah bahwa ukuran – ukuran ( taqdir ) itu adalah kekuasaan Allah, dan bahwa semua berjalan sesuai dengan taqdir dan kehendakNya segenap hamba tidak memiliki kehendak kecuali apa yang di kehendaki untuk mereka, apa yang tidak dikehendakinya tidak akan terjadi.
Sebagaimana kita wajib mengetahui bahwa taqdir pada dasarnya adalah rahasia Allah terhadap makhluknya.
Dengan kita mengimani Allah maka kita harus taat denganNya. Kita wajib mentaati semua yang diajarkan Nabi Muhammad Saw sesuai dengan sara’nya yaitu sesuai dengan hokum-hukum yang di tentukan.

BAB IV
KESIMPULAN

Dari pembahasan makala ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Bahwasannya wajiblah kepada kita untuk meyakini Tuhan kita yaitu Allah semata
2. wajib atas kita untuk mengimani Allah, Malaikat, Kitab – kitab, Rasul- rasul, Hari akhir, Qada dan Qadhar.
3. Dan wajib atas kita mengesakan Allah Swt
4. Sesungguhnya tidak sempuna Iman seseorang jika tidak mengimani sifat dan asma Allah.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: