Awalbarri’s Blog

Januari 8, 2009

INFLASI

Filed under: Uncategorized — awalbarri @ 7:14 am

A. PENGERTIAN INFLASI
Inflasi adalah kecenderungan harga umum barang dan jasa secara terus – menerus akibat tidak ada keseimbangan arus barang dan arus uang.
Inflasi erat kaitannya dengan nilai uang. Uang mempunyai nilai karena diterima sebagai alat barang dan jasa. Oleh karena itu nilai uang ditentukan oleh harga – harga barang dan jasa yang dapat dibeli dengan uang tersebut.
Mengapa harga – harga bisa turun naik atau stabil ? Itu sebetulnya bersumber dari ketidakseimbangan arus uang dan arus barang dalam perekonomian. Secara sederhana arus uang dan arus barang bisa dikatakan seperti ini : arus barang mengalir dari hasil produksi perusahaan ke pasar barang dan bertemu dengan arus uang yang berasal dari pembelanjaan pemerintah dan rumah tangga / konsumen.

Laju Inflasi di Indonesia

Tahun 1998 1999 2000 2001 2003
Inflasi 47.63 2.01 9.35 12.56 5.06

Dari table tersebut kita dapat melihat bahwa memang terus bergejolak dari tahun ke tahun meski tingkat kenaikannnya berbeda –beda.
B. JENIS – JENIS INFLASI
Ada beberapa cara untuk menggolongkan inflasi. Penggolongan tergantung pada tujuannya.
1. Tingkat Keparahannya
• Inflasi ringan ( di bawah 10 % pertahun )
• Inflasi sedang ( antara 10 % – 30 % pertahun )
• Inflasi berat (antara 30 % – 100 % pertahun )
• Inflasi sangat berat atau hiperinflasi ( diatas 100% pertahun )

2. Penyebabnya
• Demand Pull Inflation
Inflasi yang diakibtakan oleh kelebihan permintaan efektif atas barang / jasa dan sering juga disebut sebagai inflasi sisi permintaan.
Kasus nyata yang rutin terjadi pada demand pull inflasi adalah kasus inflasi akibat kenaikan harga beras. Permintaan terhadap beras tetap atau bisa dikatakan cenderung naik seara perlahan, sedangkan penawaran beras sering mengalamai perubahan tergantung pada persediaan. Kenaikan harga beras akan memicu inflasi apabila pada saat musim tanam bertepatan dengan hari besar seperti hulan puasa, idul fitri dan natal. Pada momen seperti ini BULOG sangat diharapkan untuk mengendalikan persediaaan beras di pasar agar kenaikan harga beras tidak menyebabkan inflasi dengan mengusahakan operasi pasar.
• Cost – Push Inflation
Inflasi yang disebabkan oleh kenikan ongkos produksi, inflasi ini biasanya di tandai dengan naiknya harga barang yang disertai turunnya jumlah produksi.
Cost – push inflation dibedakan atas 2 macam :
1.) Inflasi yang disebabkan karena kenaikan harga
2.) Inflasi yan disebabkan karena kenaikan upah atau gaji

Inflasi karena kenikan upah ini sangat ditakuti karena akan menimbulkan spiral antara kenaikan upah dan harga. Karena upah naik harga – harga akan naik, karena harga naik terpaksa upah harus dinaikkan dan ini akan terus berkelanjutan.

3. Asal Inflasi
a. Imported Inflation
inflasi ini timbul karena adanya inflasi diluar negeri yang menyebabkan naiknya harga barang di dalam negeri. Mis : inflasi yang terjadi Jepang menimbulkan inflasi pula di Indonesia karena kenaikan harga bahan cat, bahan foto, kendaraan dan bahan apa saja yang berasal dari sana.
b. Inflasi karena defisit anggaran belanja negara yang terus – menerus.
Mis : zaman orde lama Indonesia mengalami inflasi hebat. Apa sebabnya ? karena APBN mengalami defisit dalam jumlah yan sangat besar dan terjadi secara terus – menerus. Pemerintah kemudian meninstruksikan BI mencetak uang dalam jumlah besar untuk melayani kebutuhan pemerintah.
c. Domestic Inflation
Inflasi ini terjadi semata – mata disebabkan oleh faktor didalam negeri. Mis :
– Terjadi defisit anggaran secara terus – menerus yang kemudian ditutup dengan mencetak uang baru.
– Terjadinya gagal panen
– Kredit untuk keperluan produksi dibatasi.

C. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFLASI
 Jumlah uang yang beredar tidak seimbang dengan jumlah barang.
 Jumlah uang yang beredar lebih besar karena percetakan uang baru oleh pemerintah.
 Desakan golongan maasyarakat tertentu untuk memperoleh kredit murah sehingga jumlah kredit yang harus disediakan melebihi jumlah yang bisa menjaga kestabilan harga.
 Adanya sektor ekspor / impor, tabungan, investasi, penerimaan dan pengeluaran negara.

D. TEORI INFLASI
o Teori Kuantitas ( Teori Irving Fisher )
Teori ini lebih sesuai untuk menganalisa sebab – sebab timbulnya inflasi dinegara – negara berkembang karena teori ini lebih menyoroti proses terjadinya inflasi yang diakibatkan oleh 2 faktor, sebagai berikut :
1. Jumlah uang yang beredar
2. Psikologi masyarakat (expection = harapan masyarakat mengenai kenikan harga )

Inti Teori Kuantitas
– Inflasi hanya akan terjadi apabila ada penambahan volume jumlah uang yang beredar ( baik uang kartal maupun uang giral )
– Psikologi ( harapan ) masyarakat mengenai kenaikan harga pada masa yang akan datang akan memunculkan 3 kemungkinan :
 Masyarakat tidak mengharapkan harga – harga naik pada masa yang akan datang sehingga jika ia menerima pendapatan, sebagian uang yang diterima akan disimpan. Hal ini awal terjadinya inflasi .
 Masyarakat mulai sadar adanya inflasi sehingga jika ada pertambahan uang yang diterimanya akan di belanjakan seluruhnya, hal 8ini akan menyebabakan permintaan terhadap barang – barang menjadi meningkat dan harga barang pun akan naik sehingga kenaikan inflasipun bertambah parah.
 Masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap niali uang yang dimilikinya karena harga – harga barang semakin naik. Hal inimenandakan inflasi semakin parah.

Rumus Irving Fisher :
MV = P . T
Ket : M = money / jumlah uang yang beredar
V = velocity of money / kecepaan peredaran uang
P = price / harga barang
T = trade / laju perdagangan
o Teori Keynes
Teori ini didasarkan pada teori ekonomi makro. Menurut Keynes, inflasi terjadi karena masyarakat ingin hidup diluar batas kemampuan ekonominya. Sehingga terjadilah inflasi Karena permintaan dari masyarakat yang berlebihan.

o Teori Strukturalis
Menurut teori strukturalis, inflasi timbul karena adanya kekakuan struktur perekonomian terutana di negara –Negara berkembang.

E. DAMPAK INFLASI TERHADAP PEREKONOMIAN
a) Dampak inflasi terhadap distribusi pendapatan
 Inflasi merugikan orang – orang yang berpenghasilan tetap.
 Inflasi menyebabkan harga barang – barang ekspor menjadi mahal.
 Inflasi menyebabkan orang – orang segan untuk menabung.
 Kerugian lain akibat inflasi juga akan dialami oleh mereka yang menyimpan kekayaan dalam bentuk cash atau mereka menabung uang dirumah dalam hoardin (celengan )
Akan tetapi ada juga pihak – pihak yang mendapat keuntungan dengan adanya inflasi. Diantaranya :
– Orang yang persentase kenaikan pendapatannya melebihi persentase kenaikan inflasi.
– Mereka yang memiliki kekayaan bukan dalam bentuk uang tunai melainkan dalam bentuk barang atau emas.
– Buruh yang bergabung dalam SPSI yang kuat, sehingga mereka dapat menuntut kenaikan upah melebihi kenaikan laju inflasi.

b) Dampak inflasi terhadap efisiensi
Inflasi juga akan berpengaruh terhadap proses produksi, terutama dalam penggunaan faktor – faktor produksi. Adanya inflasi mengakibatkan alokasi penggunaan faktor produksi menjadi tidak efisien.
c) Dampak inflasi terhadap output ( hasil produksi )
– inflasi bisa menyebebkan terjadinya kenaikan hasil produksi.
– Apabila terjadi hiperinflasi akan mengakibatkan turunnya jumlah output .

d) Dampak inflasi terhadap penganggguran
Milton Friedman mengatakan : ”setahu saya tidak ada negara yang bisa menghilangkan inflasi yang besar tanpa mengalami periode peralihan dari pertumbuhan ekonomiyang lambat dan pengangguran” (Dornsbusch : 486)
e) Dampak inflasi terhadap perdagangan internasional
Jika terjadi inflasi di dalam negeri, harga barang buatan dalam negeri akan jauh lebih mahal dari pada harga barang sejenis buatan luar negeri. Akibatnya barang buatan dalam negeri tidak dapat bersaing di luar negeri. Arus impor akan meningkat dan arus ekspor akan terhambat, bahkan mengalami penurunan terus – menerus. Pada akhirnya, hal itu akan menghabiskan cadangan devisa Negara dan neraca perdagangan Indonesia akan defisit atau pasif.

F. CARA MENGHITUNG INFLASI
Menghitung laju inflasi merupakan salah satu topik yang penting dalam pembahasan inflasi. Kita sebagai pengguna barang dan jasa, perlu mengetahui bagaimana harga barang tahun ini dibandingka tahun sebelumnya.
Untuk menghitung laju inflasi, terlebih dahulu kita harus mengetahui yang dimaksud dengan Indeks Harga Konsumen. IHK atau consumer price index (CPI) mengukur perubahan harga kelompok barang dan jasa yang sering dipakai dalam rumah tangga dan jangka waktu tertentu. Jenis barang dan jasa yang dihitung indeks harganya antara lain :
1. Bahan makanan
2. Makanan jadi, minuman , rokok, dan tembakau.
3. Perumahan
4. Sandang
5. Kesehatan
6. Pendidikan, rekreasi, dan olah raga
7. Transportasi dan komunikasi

Jadi untuk menghitung laju inflasi dapat menggunakan rumus :

G. LAJU INFLASI
Ada tiga cara pengukuran dalam memahami laju inflasi :
 Membandingkan rata – rata tahunan.
 Membandingkan bulan ini dengan bulan yang sama tahun lalu.
 Membandingkan bulan ini dengan bulan yang lalu.

H. CARA MENGATASI INFLASI
Adapun cara mengatasi inflasi yaitu :
1. Kebijakan moneter
Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah dibidang keuangan (melalui bank sentral) untuk mengatur agar jumlah uang yang beredar sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dalam suatu sistem perekonomian. Bentuk kiebijakan moneter yang dilakukan pemerintah :
 Penetapan cadangan minimum melalui kebijakan diskonto (discount policy)
 Operasi pasar terbuka
 Kebijkan persediaan kas

2. Kebijakan fiskal
Merupakan kebijakan yang mengatur pengeluaran pemerintah dan perpajakan. Bentuk kebijakan fiskal :
 Menurunkan pengeluaran pemerintah
 Menaikkan pajak

3. Kebijakan non moneter atau kebijakan riil
Merupakan kebijakan diluar kebijakan moneter dan kebijakan riil. Bentuk kebijakannnya :
 Menikkan hasil produksi
 Mengendalikan harga

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: