Awalbarri’s Blog

Januari 8, 2009

EFEK PENYINARAN

Filed under: Uncategorized — awalbarri @ 6:59 am

Efek penyinaran dari kandungan

Mengembangkan organisme-organisme adalah system dinamis yang ditandai oleh perkembangbiakan sel yang cepat, migrasi, dan pembedaan. Jadi, dengan demikian mengembangkan embrio adalah sangat sensitive kepada radiasi pengion, sebagaimana yang diharapkan didasarkan pada Bergonie dan hokum dari Tribondeo kepekaan radio. Tanggapan setelah pengunjukan ke radiasi pengion bergantung pada sejumlah faktor-faktor termasuk (suatu) dosis yang total, (b) tingkat dosis, (c) mutu radiasi, dan (d) tahap perkembangan pada waktu dari pengunjukan. Bersama-sama, faktor-faktor ini menentukan jenis dna luas dari kerusakan bahwa akan menjadi dari perhatian setelah satu pengunjukan, antar yang bersifat kematian neonatal atau sebelum melahirkan. Kelainan-kelainan sejakl lahir, perusakan/pelemahan pertumbuhan, kecerdasan (inteligen yang dikurangi, penyimpangan-penyimpangan genetic, dan satu peningkatan di dalam resiko dari kanker.

Efek Penyinaran Dari Kehamilan
Periode gestational dapat dibagi menjadi tiga langkah-langkah: suatu langkah? Tahap preimplantation secara relative pendek, yang diikuti oleh satu periode yang diperluas organogenesis yang utama, dan akhirnya mati langkah? Tahap pertumbuhan fetus, selama yang pembedaan melengkapi dna pertumbuhan sebagian besar terjadi. Masing-masing langkah-langkah adalah yang ditandai ini oleh tanggapan-tanggapan yang berbeda kepada pemeran radiasi expose tertentu, prinsipnya disebabkan oleh radiosensitivitas yang relative diserap pada waktu eksposi.

Preimplantasi
Preimplantasi tingkatan dimulai dengan perkumpulan sperma dan telur dan berkelanjutan terus 9 hari pada manusia, dimana zygote menjadi dikelilingi pada perjalanan uterine. Selama periode ini, dua inti nucleus, membelah, dan dari morula dan vaskula.
Konsep adalah lebih sensitive selama tingkatan dan bahaya radiasi dpat menyebabkan kematian. Selama periode ini, insiden dari kelainan yang tidak normal lambat. Walaupun tidak hadir sempurna, Embrio menunjukkan ada atau tidaknya tanggapan, yang sama jika kematian terjadi, selm yang rusak diperbaiki atau digantikan besar-kecilnya bahwa disini diperlukan latihan yang tidak normal yang kelihatan walaupun radiasi mungkin membunuh beberapa sel.
Beberapa faktor, termasuk perbaikan pembawaan, kekurangan perbedaan selular dan di bawah kulit menentukan embrio, meskipun konstribusi untuk penawanan radiasi yang tidak normal. Selama bagian pertama, sel tidak berbeda dan kekurangan menentukan untuk sebuah system organ. Jika eksposi radiasi membunuh beberapa sel pada tingkatan ini meninggalkan sel dapat melanjutkan embrio tanpa cacat yang kasar karena mereka adalah yang menentukan bagaimana, bahaya kromosom pada point ini mungkin dilewati dan mungkin sel mengantar penyimpanan, menghambatan pertumbuhan, atau kematian. Yang paling sensitive waktu eksposi pada manusia adalah 12 jam setelah konsepsi, ketika dua inti nucleus pada tingkatan suatu sel dan lagi 30 dan 60 jam ketika bagian pertama kedua bagian terjadi.
Setelah implantasi, dosis yang dihasilkan 250 mGy (25 rad) dikehendaki untuk menyebabkan kematian. Dengan sendirinya aborsi menjadi laporan diperkirakan 30% dan 50%.
Cacat embrio terjadi lebih sering selama periode pertumbuhan organ (2 dan 8 minggu setelah konsepsi) permulaan pembedaan dari sel untuk bentuk dari system organ terjadi pada hari spesifik. Sebagai contoh, neuroblas system sel dari (NS) ternyata pada umur 18 tahun, forebrain dan mata dimulai bentuknya pada hari ke-20, dan benih sel primitive adalah nyta pada hari ke-21. setiap system organ tidak sama resikonya selama periode pemasukan pada pertumbuhan organ yang besar.
Pada umumnya, kemungkinan besarnya sebuah cacat pada system organ spesifik disebut sebagai periode kritikal) keluar ketika pengekposan radiasi diterima selama periode perbedaan puncak pada system itu. Ini mungkin tidak selalu terjadi, bagaimanapun karena rusak dapat terjadi untuk diserap secara dekat, yang mempunyai efek nagatif pada perkembangan system organ. Beberapa penyimpangan mungkin mempunyai lebih dari satu periode kritik. Sebagai contoh, formasi kritik katarak menunjukkan tiga periode kritik pada mice. Gambar 25-19 menunjukkan periode kritik pada manusia perkembangan janin untuk radiasi yang bermacam-macam termasuk daftar kelahiran.
Hanya system organ (pada manusia atau penelitian laboratorium) yang menunjukkan perkumpulan diantara cacat dan lambat-LET dosis radiasi lebih dari 250 mGy (25 rad) pada CNS. Eksposi embrio awalnya pada pertumbuhan organ menunjukkan intra uterisne yang besar pada penghambatan pertumbuhan, karena sel habis. Pada eksposi kandungan dosis lebih besar dari 100 mGy (10 rad) pada neutron dan radiasi gamma dan bom atom Hirosima menghasilkan sebuah /banyak arti yang bertambah pada microchepaly, dosis rendah pada sinar-x juga menunjukkan penghambatan pertumbuhan.
Pada umumnya efek radiasi lebih banyak diterima oleh manusia dan hewan. Ini juga pertama karena manusia lebih banyak traksi pada periode stational yang dipengaruhi oleh pertumbuhan organ (sekitar 1/3 total, sampai dengan 1/3 untuk mice).

Meskipun setiap penyinaran membutuhkann seseorang dievaluasi, umumnya pendapat ilmiahn yang nyata untuk kenyataaan terbesar yang tidak normal. Dosis lebih rendah dari 100 mGy (10 rad) umumnya terus membawa hasil yang tidak berarti dibandingkan kejadian spontand sari kelainannya. (4 %-6 %) suatu waktu, radiasi lebih dalam berguna utuk menyebabkan pemeriksaan aborsim dalam kasus dimana melanda kebijakan pertimbangan. Pengobatan standar 3,5-5 Gy (350-500 rad) diberi lebih 2 hari yang type peka terhadap kematian janin dlam 1 bulan, pada sebagian besar hal-hal radiasi janin dari prosedur diagnosa jarang kelebihan 50 mGy (5 rad) yang tidak ditunjuk ke daerah janin pada berbagai hasil pertambahan yang signifikan untuk cacat bawaan lahir/penghambat pertumbuhan.

Timbulnya kanker setelah radiasi pada rahim
Hubungan antara leukemia yang muda da tumor padat/keras, dan diagnostic radiasi di rahim dilaporkan oleh Stewart tahun 19556 dalam Kajian Tinjauan Kembali Terhadap Kanker Muda di Gleat Britain (sering disebut dengan “Exford Survey Of Childhood Concers). Pengamatan ini menegaskan laporan Kajian serupa mengenai resikonya kira-kira 1,4 dari kanker muda, akan tetapi efeknya belum dapat diamati antara orang yang selamat dari Atomic Bomb yang mana terkena penyinaran di rahim kekurangan dari penemuan Positive terhadap orang yang selamat dari Atomic Bomb dapat diperkirakan atas dasar statistic, mengambil sample yang ukuran relative kecil. Kajian positive ini mengupas dasar dari berbagai jenis factor termasuk pengaruh dari sebelum kondisi pengobatan yang memerlukan pemeriksaan, dan takaran dosis untuk janin yang kurang tepat.
Seperti yang baru-baru ini terjadi. Doll dan Makeford meninjau bukti-bukti secara ilmiah dan termasuk juga penyinaran pada janin di rahim (terutama pada trimester terakhir) yang meningkatkan resiko kanker pada masa kanak-kanak, berarti meningkatkan resiko yang dihasilkan dari dosis diatas anjuran dari 10 mGy (1 rad) dan hal tersebut merupakan resiko yang besar yaitu kira-kira 6% per Gy.
Dengan perbandingan jumlah keseluruhan resiko kematian secara alami dari penyakit berbahaya yang lewat dari umur 16 tahun berkisar 1/1200. jjika penyinaran sinar-x pada dada berjarak 0,6 mGy (60 rad) ke janin, kemungkinan perkembangan pada kanker yang berbahaya selama masa kanak-kanak dan penyinaran dapat berkurang dari 1 pada 27 juta semenjak dinyatakan pada bagian ke 23, pekerjaan batas perantara pengaturana penyinaran terdapat pada janin tidak beleh lebih dari 5 mSV (500 m rem) selama periode masa hamil, ditetapkan dengan ketetapan dosis yang tidak melampaui 0,5 mSV (50 m rem) pada ± 1 bulan. Jika dosis dibiarkan pada maksimal yang diterima, kemungkinan perkembangan kanker ganas selama masa kanak-kanak akibat terdapatnya berkisar 1 dibanding 3,300. daftar 25-11 sekarang pada perbandingn resiko terdapatnya penyinaran dibandingkan resiko lainnya yang dialalami selama hamil. Hal ini menjelaskan dari data di atas, meskipun penyinaran yang terjadi dapat diperkecil, ini resiko pada tingkat sekelompok operasional dan diagnosa yang telah dilakukan secara nominal ketika dibandingkan dengan resiko kemungkinan bear yang lainnya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: