Awalbarri’s Blog

Desember 25, 2008

Latar Belakang Berdirinya Lingkar Study Indonesia

Filed under: Uncategorized — awalbarri @ 6:12 am

Secara konsepsional, Lingkar Study Indonesia yang awalnya bernama “Lingkar” diinspirasi oleh dinamika sebuah jaringan komunitas studi lintas gerakan yang terdiri  dari elemen Trainer, Instruktur maupun aktivis berbagai gerakan pelajar dan mahasiswa yang terpusat di Jogjakarta pada rentang 2002. Komunitas ini secara khusus merasa prihatin dengan perkembangan gerakan pelajar, mahasiswa Indonesia pasca 1998 yang cenderung merasa nyaman dengan pergulatan mimpi ideologis, rutinitas tekhnis dan kecenderungan yang sangat strukturalis.
 
Lingkar melihat, gerakan pelajar, mahasiswa  Indonesia saat ini secara substansi telah tereduksi menjadi sejenis kelompok ekslusif yang hanya berjuang pada garis institusi dan ideologinya sendiri. Gerakan-gerakan intelektual yang diharapkan menjadi inspirasi perubahan bangsa Indonesia ini sama sekali tidak memiliki visi kebangsaan yang relevan dengan strategi aksi yang dibangun.

Meskipun tidak memiliki tendensi menggeneralisir, sejarah bangsa ini  telah membuktikan bahwa gerakan-gerakan pelajar, mahasiswa kita telah bergerak berdasar momentum secara reaktif, tanpa pernah mau menciptakan momentum perubahan yang visioner sendiri. Gerakan ini cenderung mengarah pada aksi-tekhnis yang bersifat sementara; bergerak by order dan bukannya  berdasar grand design yang matang.

Meskipun sebagian besar membawa jargon intelektualitas, universalitas, keumatan, bahkan moralitas, tetapi realitas yang dibangun sebagian besar gerakan pelajar dan mahasiswa ini adalah realitas yang sarat ideologi-politik dan strukturalis. Secara tidak disadari tapi pasti, parsialitas ini telah mensubordinasi peran dan fungsi pelajar, mahasiswa,  sebagai intelektual yang seharusnya memiliki orientasi artikulasi ide menjadi kegiatan sosio-universal yang nyata. Ironisnya, tanpa mau merevitalisasi orientasi dan strategi gerakan / aksi, mereka justru banyak yang terjerumus pada konflik yang berkepanjangan. Dataran konflik berkepanjangan inilah yang membuat gerakan pelajar dan mahasiswa memasuki dataran yang anti realitas.

Di sisi lain, mainstream budaya intelektual yang semestinya dibangun dan dikembangkan secara praksis oleh gerakan pelajar dan mahasiswa ini  justru dijadikan sebagai sebuah komoditas dengan berbagai modifikasinya. Pengayaan wacana dan diskusi yang tidak memiliki relevansi dan keberfihakan terhadap masalah kemasyarakatan yang aktual dijadikan status sosial yang membanggakan. Status sosial ini dibangun diantara ketidakberdayaan dan keterbelakangan budaya intelektualitas masyarakat kita. Dan parahnya, budaya inipun telah menjadi bagian integral perkembangan budaya hedonisme yang penuh hura-hura. Dari titik inilah lahir berbagai aksi gerakan intelektual yang kering substansi dan miskin secara metodologis. 

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: