Awalbarri’s Blog

Desember 25, 2008

Induktansi Meter

Filed under: Uncategorized — awalbarri @ 7:26 am

Induktansi meter berfungsi sebagai alat ukur nilai induktansi suatu induktor. Bagi penggemar elektronika, laboratorium kecil yang berisi induktansi meter tentu akan lebih semarak. Dengan alat ukur ini harga induktor (biasanya dalam skala mili atau mikro Henry) tidak perlu dilihat dari tabel lagi.
Prinsip Pengukuran
Otak dari sistem alat ukur ini adalah osilator. Untuk menentukan nilai induktansi, suatu kapasitor paralel ditambahkan sehingga menghasilkan frekuensi osilasi pada frekuensi tertentu. Frekuensi yang dihasilkan diubah ke bentuk tegangan oleh Frequency to Voltage Converter (F to V) dengan low pass filter (LPF) yang mempunyai slope 12 dB per oktaf sehingga dihasilkan tegangan (U) yang bersifat berbanding terbalik dengan kuadrat frekuensi (f).
Tegang U berbanding lurus dengan induktansi L sehingga keduanya berbanding terbalik dengan kuadrat f. Jika U dapat dideteksi oleh alat ukur berarti L dapat dibaca.
Osilator dibentuk oleh T2 dan T3. Frekuensi osilasi ditentukan oleh C1 dan L yang diukur. Arus osilator disuplai dari transistor T1. Diode-diode D1 dan D2 menjamin agar sumber arus dapat bekerja.
Output osilator yang berupa gelombang sinusoidal diumpankan pada buffer FET T4 dan konfigurasi emiter bersama T5. Transistor-transistor ini menjaga agar rugi-rugi tidak terjadi. Output sinusoidal buffer diubah menjadi gelombang persegi oleh inverter yang dibentuk oleh T6. Ini dimaksudkan agar frekuensinya dapat dibagi secara digital.
Sebenarnya T6 adalah penguat kolektor bersama biasa, tetapi karena penguatan tegangan yang besar, gelombang input terpotong menjadi segiempat (efek clipping).
Karena penunjukan alat ukur terbatas, jangkauan frekuensi yang lebar ini tidak dapat diikuti oleh alat ukur. Untuk itu gelombang segiempat perlu diturunkan frekuensinya. Rangkaian terintegrasi IC1, IC2 dan IC3 adalah komponen utamanya.
IC1 dan IC2 adalah CMOS 4017 Decade Counter / Decoder. Kaki-kaki sampai dengan 11 kecuali 8 (ground) adalah output decoder, tetapi semuanya tidak dipakai / dibiarkan saja (no-connection). Didapat untuk pembagi 10 maupun 100. Perluasan range dilaksanakan oleh CMOS 4013 Dual Data Flip Flop yang berupa pembagi empat dan resistor-resistor R8 dan R9. Resistor dapat mengurangi output menjadi sepersepuluhnya. Ini semua menyebabkan alat ukur berskala maksimum 1 l H pada batas ukur terkecil dan 400 mH pada yang terbesar.
Konversi frekuensi ke tegangan dengan low pass filter slope 12 dB/oktaf diwujudkan oleh integrator T8 dan double integrator T9 dan T10 yang berupa struktur Darlington dengan kapasitor feedback pada kolektor base, yang berpenguatan tinggi sehingga mampu menjangkau frekuensi yang lebar. C11 merupakan isolator kedua rangkaian integrator di atas.
Harga arus rata-rata diperoleh dari diode-diode yang full wave rechtifier dan low pass filter R dan C, yang dideteksi oleh M. Ini adalah Voltage to Current Converter (V to C). Bila mA-meter 50 l A sulit diperoleh, dapat diganti dengan 100 l A namun harus diperkecil.
Diode perlu ditambahkan paralel dengan alat ukur, berguna untuk melindunginya dari arus berlebih. Diode akan bekerja bila arus terlalu besar. Arus tidak melalui alat ukur tetapi melewati diode, mA-meter jadi aman.

Rangkaian Lengkap
Rangkaian lengkap tertera pada gambar. Komponen yang terletak di dalam garis terputus-putus terletak pada papan rangkaian tercetak (PCB), sedangkan yang tidak terletak didalamnya adalah diluar PCB.
Kalibrasi
Setelah semua pemasangan selesai, berilah skala 0-1, 0-10, 0-100 pada amperemeter. Solderlah C1 pada terminal ukur, jangan pada PCB. Ini menghindari induktansi bocoran liar. Kalibrasi dilakukan dengan induktor referensi yang akurat. Misalnya 1 mH 2…5%. Hidupkan induktansi meter. Pilih batas ukur 1 mH. Potensiometer P1 diatur agar jarum menunjuk simpangan maksimum. Cukup satu kali saja kalibrasi dilakukan. Skala pada batas ukur lain akan tepat dengan sendirinya, karena meternya adalah mA-meter linear.

Aplikasi Sistem Digital
Sistem digital adalah cabang amat penting dalam elektronik. Kegunaannya merangkumi pelbagai
bidang seperti:
• Pengiraan (Computing)
Dua mesin pengiraan utama adalah komputer digital dan kalkulator. Secara ringkasnya,
komputer menerima data dan arahan (instructions) dalam bentuk nombor. Untuk
memudahkan pertukaran nombor kepada isyarat yang difahami oleh litar elektronik,
maka sistem nombor asas dua digunakan.
• Komunikasi
Litar elektronik dalam mesin faksimile, telefon mudah alih, sistem radar dan antena,
serta penggunaan satelit di angkasa lepas adalah beberapa contoh penggunaan sistem
digital dalam bidang komunikasi.
• Instrumentasi
Kesemua jenis alat pengukuran dan pengawasan digital adalah di bawah bidang ini.
Sebagai contoh, oskiloskop digital, penganalisa spektrum, dan pengukur voltan digital.
• Kawalan Automasi
Kawalan ke atas peluru berpandu ‘pintar’, mesin dan robot dalam pembuatan sesuatu
produk, dan lif, kesemuanya memerlukan sistem digital.
Rangkaian Elektronika
Sistem Elektronika
1. Merupakan bagian darisistem elektronika, bagian-bagiannya terdiri
atas beberapa komponen
pasif dan aktif.
2. Outputnya membentukfungsi pemrosesan sinyal.
3. Input dan outputnyaberupa sinyal listrik.
1. Bagian-bagiannya
terdiri atas beberapa
rangkaian dankomponen elektronika
2. Outputnya merupakanfungsi pengalihantenaga.
3. Input dan outputnyaberupa suatutenaga/energi.
1 ohm s.d. 9 ohm • Pemutar puluhan: R=10 s.d. 90 ohm• Pemutar ratusan: R=100 s.d. 900 ohm
• Pemutar ribuan: R=1000 s.d. 9000 ohm
• Pemutar puluhan ribu: R=10000 s.d. 90000 ohmKelima pemutar tersebut dihubungkan
secara seri. Dengan 5 pemutar tersebutresistor mampu menyediakan nilai resistansi
1 s.d. 99999 ohm. Contoh: jika ke lima tombol menunjuk angka 2, makanilairesistansinya adalah 22222 ohm.

Resistor Variabel:

Rheostat: resistor variabel yang berfungsi untuk membatasiarus, dipasang seri dengan sumber tegangan dan bebanPotensiometer: resistor variabel yang berfungsi untuk membagi
tegangan, ujung-ujungnya dipasang paralel dengan sumber tegangan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: