Awalbarri’s Blog

Desember 4, 2008

daratan

Filed under: Uncategorized — awalbarri @ 7:19 am

A. Latar Belakang
Ilmu negara adalah ilmu yang mempelajari, menyelidiki/membicarakan tentang negara dan pemerintahannya.
Dalam hal ini yang dipelajari adalah negara secara umum, mengenal asal usulnya, wujudnya, lenyapnya, perkembangannya dan jenis-jenisnya. Dengan demikian dalam mempelajari ilmu negera terlebih dahulu harus diketahui defenisi negara. Pada umumnya negara ialah suatu kumpulan masyarakat yang terorganisir secara tetap dan baik dengan suatu daerah/wilayah tertentu disertai batasan-batasannya dan merdeka dalam menyatakan pandangan umum/pendapat.
Dalam hal ini kita harus mengetahui adanya unsur-unsur negara, menurut Oppenheim Luaterpactht adalah sebagai berikut :
1. Harus ada rakyat
2. Harus ada daerah
3. Harus ada pemerintah yang berdaulat.
Salah satu unsur penting dari negara adalah harus adanya daerah. Batas daerah sesuatu negara dapat ditentukan dengan jalan mengadakan perjanjian dengan para negara-negara yang bersempadan (berbatasan), selain ini juga dapat pula terjadi karena alamnya misalnya : gunung-gunung yang tinggi, sungai yang besar. Termasuk daerah suatu negara ialah :
1. Daratan
2. Lautan
3. Udara
Menempuh wilayah negara asing tanpa izin dari negar bersangkutan, dianggap pelanggaran atau souverenteit negara itu dan perbuatan-perbuatan itu dapat ditindak secara hukum oleh negara, maka tidak jarang masalah batas-batas negara menimbulkan peperangan. Sehingga jelaslah dapat kita pahami bahwa daerah dimaksudkan ialah merupakan adanya suatu batasan-batasan tertentu dimana negara yang berada dibatas daerah/wilayah tersebut.
Batas teritorial negara biasanya ditentukan dalam perjanjian dengan negara-negara tetangga. Dalam traktat (perjanjian internasional) yang diadakan pada tahun 1919 di Paris, ditetapkan bahwa udara diatas tanah juga termasuk dalam wilayah negara.
Sedangkan mengenai bentuk negara itu sendiri adalah membicarakan berbagai kemungkinan bentuk-bentuk negara yang mungkin terjadi. Dan di dalam keanekaragaman tentang bentuk-bentuk negara itu, masih kita dapat persamaannya, sehingga tidak merubah hakekat negara.

Pengertian Daratan
Daratan merupakan suatu daerah diatas bumi atau objek permukaan atau tanah tempat suatu pemerintahan berlangsung.
Adapun dalam istilah Geografi, daratan disebut juga dengan litosfer yaitu lapisan kulit bumi yang terletak antara permukaan bumi sampai ke dalam 1000 Km. Bagian dari pada litosfer itu sendiri adalah batuan, sedimen, dan tanah. Litosfer merupakan tempat bagi makhluk hidup berada, khususnya manusia yang tinggal di permukaan bumi. Secara umum tentang bumi bukan hanya berhubungan dengan fisik alamiah bumi dan bagian-bagian alam semesta yang berpengaruh terhadap bumi saja. Akan tetapi meliputi semua fenomena yang ada di permukaan bumi, baik lingkungan fisik maupun sosial.
Setiap negara atau bangsa seperti negara Soviet, Prancis, Inggris, Swiss, Indonesia sekalipun memiliki daratan-daratan yang merupakan tempat negara itu benda. Di daratan inilah daerah diatas bumi tempat pemerintah negara itu, dimana negara itu untuk mengatur kehidupan bersama.
Pembahasan daratan dalam konteks ini adalah dalam hal hubungannya dengan batas-batas suatu negara yang diperlukan untuk mengetahui luas wilayah suatu negara hingga dapat menentukan wilayah hukumnya. Seperti yang telah disinggung diatas bahwa yang termasuk daerah suatu negara ialah daratan itu, lautan sampai 3 mil (kira-kira kurang lebih 5,5 Km) dari pantai laut waktu pasang surut, dan udara di atas teritorium daratan dan laut itu.
Mengenai daratan yang merupakan batasan daerah dari suatu negara itu juga ada kaitannya dengan kekuasaan suatu negara. Kekuasaan dalam hal ini meliputi kekuasaan daratan dan kekuasaan lautan yang mempunyai arti yang penting bagi evolusi negara. Motif expans dari pada imperium adalah terutama suatu motif yang bersifat ekonomi. Dalamu usahanya untuk mencapai objek itu, kekuasaan daratan memasukkan dalam wilayahnya, umummya sebelum ikatan-ikatan dan peleburan dinasti dengan kekerasan berlaku, daerah-daerah tetangganya dan tanah-tanah serta rakyatnya sekalian, yang dijadikan kaula yang langsung harus membayar upeti kepada kelas yang berkuasa dalam negara.
Sejalan dengan meluasnya imperium daratan, penguasanya yang sentral dan hal itu tidak dapat diletakkan pada zaman-zaman mula pada waktu dunia belum terjalin erat oleh garis-garis perhubungan cepat makin lama makin condong kearah kelemahan. Dengan demikian maka ia dipaksakan untuk mendesentralikan kekuasaannya dan pemerintah pusat lalu hanya menerima sebagian surplus sebagai hasil dari penguasaannya.

A. Hubungan Batas-Batas Negara dengan Ilmu Negara
Di dalam bab pendahuluan telah dijelaskan mengenai pengertian ilmu negara secara umum, yakni ilmu yang mempelajari/menyelidiki/membicarakan tentang negara dan pemerintahannya. Dimana objek kajiannya adalah negara dalam bentuk yang abstrak. Dan negara itu sendiri dapat diartikan sebagai kumpulan masyarakat yang terorganisir secara tetap dan baik dengan suatu daerah/wilayah tertentu disertai batasan-batasan dan merdeka dalam menyatakan pandangan umum/pendapat. Sedangkan menurut Fenwick bahwa negara adalah suatu masyarakat politik yang diorganisir secara tetap yang menduduki suatu daerah tertentu dan menikmati dalam batasan-batasan daerah tersebut suatu kemerdekaan dari pengawasan negara lain, sehingga ia dapat bertindak sebagai badan yang merdeka dimuka dunia.
Maka dengan demikian kita dapat merumuskan syarat-syarat suatu negara, yakni :
1. Adanya daerah dan batas-batas tertentu.
2. Adanya kekuasaan untuk memerintah negara itu.
3. Adanya Undang-Undang/pemerintahan yang berdaulat melindungi warga masyarkat maupun orang asing, dll.
Unsur-unsur yang harus dimiliki oleh suatu masyarakat politik supaya ia dapat dianggap sebagai negara, menurut Oppenheim Lauterpacht, adalah sebagai berikut :
1. Harus ada rakyat
2. Harus ada daerah dan
3. Harus ada pemerintah yang berdaulat.

Kesimpulan
1. Terbentuknya suatu negara harus memenuhi syarat-syarat pokok yakni :
a. Harus adanya daerah
b. Harus adanya rakyat
c. Harus adanya pemerintah yang berdaulat.
2. Syarat adanya daerah dalam pembentukan suatu negara berhubungan dengan ketentuan adanya batas-batas wilayah dari suatu negara.
3. Batas-Batas negara ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar luas wilayah suatu negara untuk dapat melakukan aktivitas pemerintahannya.
4. Batas-Batas negara meliputi daratan,lautan dan udara. Batasan ini dibuat berdasarkan atas perjanjian antaera satu negara dengan negara lain yang bertetangga. Biasanya didasarkan pada traktak dalam bentuk perjanjian internasional.
5. Daratan adalah daerah lintas bumi tempat pemerintah negara itu berada untuk mengatur kehidupan bersama.

B. Saran
Dari penjabaran masalah daratan diatas, dapat kita ketahui bahwa batas-batas suatu negara sangat mempunyai peranan penting dalam negara itu. Untuk itu sangatlah diharapkan kita selaku rakyat yang mendiami suatu negara haruslah paham dan tahu mengenai batas-batas negara kita. Hal ini untuk menghindari perselisihan ataupun konflik dengan negara lain yang bertetangga dengan negara kita, baik dari daratan, lautan, maupun udara.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: