Awalbarri’s Blog

Februari 26, 2009

Membuka – Menutupnya Stomata

Filed under: Uncategorized — awalbarri @ 7:11 am

Sebagian besar proses transpirasi pada tanaman lewat stomata, stomata bagian terbesar berada pada permukaan bawah daun yang memungkinkan terjadinya pertukaran gas antara yang ada dalam jaringan daun dan di udara. Lubang stomata ini merupakan jalan utama untuk transpirasi, mengingat epidermis bawah dan atas dilapisi oleh lilin sebagai lapisan kutikula yang mengandung bahan lemak dan merupakan penghalang untuk transpirasi.

Membuka dan menutupnya stomata penting bagi proses asimilasi CO2 dan juga keseimbangan air dalam tanaman. Membuka menutupnya stomata tergantung pada perubahan turgor sel penjaga (sel stomata). Turgor yang tinggi menyebabkan stomata membuka sebaliknya turgor yang rendah akan menyebabkan stomata menutup.

Suatu penelitian menunjukkan bahwa turgor sel penjaga berkaitan dengan metabolisme penyerapan ion, terutama K+. Meningkatnya konsentrasi K+ pada sel penjaga, stomata membuka lebih lebar sebaliknya ketika menutup tidak terjadi akumulasi K+.

Mekanisme membuka menutupnya stomata terutama tergantung pada akumulasi K+ pada sel stomata dan bukan semata-mata oleh adanya hidrolisa amilum menjadi gula sebagaimana dipercaya selama ini, hidrolisa amilum ini hanya faktor sekunder.

Untuk akumulasi K+ ini disediakan sebagian oleh vakuola sel lateral dan sebagian lagi oleh sel epidermis. Akumulasi K+ ini akan berbalik bila stomata menutup, yaitu K+ berakumulasi di sel epidermis. Tidak ada perbedaan electro potential yang menyolok antara setiap sel epidermis dan bagaimanapun keadaan stomata, K+ ditransport secara aktif dan ketika stomata membuka atau menutup memerlukan energi.

Temperatur yang tinggi juga mengakibatkan stomata menutup. Hal ini terkait dengan meningkatnya respirasi dan meningkatnya CO2 dalam kantong stomata. Temperatur yang tinggi berkaitan dengan konsumsi air yang tinggi. Stomata menutup untuk mencegah kehilangan air yang berlebihan. Mekanisme membuka dan menutupnya stomata secara efisien dengan mengatur keseimbangan air dalam tanaman. Fitohormon sitokinin juga berpengaruh terhadap membukanya stomata sedang ABA kebalikannya.

Para ahli mengembangkan bagaimana air dapat diangkut ke daun.
Salah satunya menjelaskan bahwa gerakan naiknya air pada tumbuhan
identik dengan gerakan air pada kertas isap atau tisu. Jika kita meletakan
kertas isap atau tisu kering ke dalam air, air akan diserap oleh ujung kertas
isap atau tisu, dan diteruskan sampai ke seluruh bagian kertas.
Bagian lain dari teori tersebut menjelaskan bagaimana air keluar dari
tumbuhan. Air bergerak melalui sel-sel xilem pada tumbuhan dan akan
keluar dari daun melalui stomata. Peristiwa tersebut dikenal sebagai
transpiras, yaitu menguapnya air melalui stomata di daun. Saat air
menguap melalui daun, semakin banyak pula air mengalir ke daun dari
batang. Air yang berada pada batang merupakan air yang terserap oleh
akar. Air yang baru selalu masuk ke akar secara osmosis.
Batang menyimpan makanan dalam bentuk pati dan menyimpan air.
Air berasal dari akar, dan pati dibuat dari gula yang diangkut dari daun.
Satu keuntungan menyimpan air pada batang adalah terhindar dari
kekeringan. Air membantu menjaga sel-sel batang tetap kaku.
3. Daun
Jaringan pada daun

Lapisan lilin
Lapisan ini berfungsi untuk melindungi daun dari penguapan yang
berlebihan dan gangguan serangga.

Berbatasan langsung dengan lapisan lilin yaitu jaringan epidermis.
Lapisan ini merupakan lapisan daun penyusun terluar. Lapisan
epidermis berfungsi sebagai npelindung dan umumnya hanya terdiri
dari selapis sel yang tipis.

Jaringan tiang
Jaringan ini mengandung banyak kloroplas yang berfungsi dalam
proses pembuatan makanan.

Jaringan spons
Renggangnya hubungan antara sel pada jaringan ini memungkinkan
adanya ruang antara sel yang cukup besar untuk menampung gas
________________________________________

Anwar Astuti Sari Dewi_Sains_2008
5
karbondioksida, oksigen, maupun hidrogen. Sel-sel ini juga berperan
dalam pembuatan makanan melalui proses fotosintesis.

Jaringan stoma
Stoma adalah pori kecil pada epidermis daun. Bila jumlahnya lebih
dari satu disebut stomata. Ukuran stoma berubah-ubah karena sel-sel
penutup tersebut mengembang dan mengempis saat air masuk atau
keluar secara osmosis.

Terdapat urat-urat daun.
Urat daun yang besar biasanya berada di tengah helaian daun dan
bercabang-cabang sampai mencapai helaian daun.
Stomata pada daun bisa terdapat pada epidermis atas dan epidermis
bawah stomata ini berfungsi sebagai jalan keluar masuknya udara maupun
uap air. Umumnya stomata akan membuka di siang hari untuk mengambil
karbondioksida yang digunakan untuk proses fotosintesis. Stomata akan
menutup pada malam hari saat karbondioksida tidak diperlukan. Ukuran
stomata berubah ubah karena sel-sel penutup tersebut mengembang dan
mengempis saat air masuk atau keluar secara osmosis.
B. MEKANISME AIR PADA TUMBUHAN
1. Penyerapan Air
Ada 2 mekanisme penyerapan air yaitu penyerapan aktif dan pasif.
a. Aktif: aktif osmotik dan aktif non osmotic

Aktif osmotik
________________________________________


Aktif non osmotik
Mekanisme respirasi sel akar, sebagai sumber tenaga penggerak
penyerapan air
b. Pasif: tarikan transpirasi (penggeraknya transpirasi)
Tenaga penggeraknya: tarikan transpirasi daun
________________________________________

7
Zona Jenuh Air
Kapasitas Lapangan
Zona Air Kapiler
Titik Layu Permanen
Zona Layu Permanen
Jalur Penyerapan Air
Larutan tanah – sel-sel epidermis akar (rambut akar) – korteks –
endodermis – xilem akar
Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan
a. Faktor lingkungan: ketersediaan air, aerasi, konsentrasi larutan tanah,
suhu, kandungan air tanah)
________________________________________

b. Faktor tanaman: laju transpirasi tanaman, sistem perakaran,
metabolisme
________________________________________

Perbandingan Peranan
Penyerapan secara pasif lebih penting dibanding aktif, alasannya:
penyerapan aktif mempunyai banyak kelemahan yaitu:
a. Pada beberapa jenis tanaman (gymnospermae) tekanan akar yang
merupakan pendukung penyerapan aktif tidak terjadi.
b. Tekanan akar juga tidak terjadi pada tanaman yang transpirasinya
berlangsung cepat.
c. Air eksudasi yang keluar dari ujung batang yang dipotong tajuknya
(murni hasil penyerapan aktif) hanya 5% dari total transpirasi.
d. Tanaman yang utuh menyerap air lebih banyak daripada yang dipotong
tajuknya.
e. Tumbuhan hidrofit yang tubuhnya tenggelam, menyerap air dari
seluruh tubuhnya.
2. Pengangkutan Air
Pengangkutan air adalah suatu proses pergerakan air melewati
pembuluh xilem dari sistem perakaran ke bagian tajuk tanaman, khususnya
daun
Ada beberapa teori yang dikenal: teori vital, teori tekanan akar, dan
teori kekuatan fisika. Teori kekuatan fisika: teori tarikan transpirasi,
tekanan kohesi, teori kapiler, teori tekanan atmosfer.
a. Teori vital
Air dapat diangkut ke daun karena adanya pompa yang menghisap dan
mendorong air naik ke daun.
b. Teori tekanan akar

Air dari akar dapat diangkut ke daun karena adanya tekanan dari
akar

Tekanan akar maksimum 2 atm, hanya mampu menaikkan air
sampai ketinggian 21 m.
________________________________________

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: