Awalbarri’s Blog

Januari 8, 2009

KONDISI MASYARAKAT DALAM PERJALANAN SEJARAH

Filed under: Uncategorized — awalbarri @ 7:11 am

1. Kebangkitan Nasional
Kebangkitan Nasional yang dipelopori para pemuda/i bangsa Indonesia adalah merupakan jawaban yang ditujukan terhadap krisis yang dihadapi oleh bangsa Indonesia yang pada alhirnya berimbas di jajahnya Indonesia dari beragai bangsa barat yakni Portugis, Belanda dan Jepang yang semuanya berlomba-lomba merebutkan hasil bumi Indonesia terutama rempah-rempah, sejak itulah Indonesia dijajah oleh Belanda.
Gerakan kebangkitan nasional yang di motori oleh berbagai kalangan muda dan tua diantaranya adalah diantaranya adalah berdirinya Budo Utomo tahun 1908, Serikat Dagang Islam, (SDI) tahun 1909 dan Solo tahun 1911 dan lain-lain.
Sementara itu, hamper pada waktu yang bersamaan, pemerintah penjajahan Belanda menjalankan Politik Etis, Politik Balas Budi Belanda mendirikan sekolah-sekolah formal bagi bumi putera terutama dar kalangan Priyayi dan kaum Bangsawan.

2. Masa Penjajahan Belanda
Nasionalisme dalam pengertian politik baru muncul setelah H. Saman Hudi menyerahkan tumpuk pemerintahan SDI pada bulan Mei 1912 kepada Hos Thok Roa Minoto yang mengubah nama dan sifat organisasi serta memperluas ruang geraknya,waktu iu bangsa Indonesia belum bersatu, semua bertekad ingin mencapai kemerdekaan, mereka hanya mengedepankan persatuan dan anti penjajahan.

3. Masa Penjajahan Jepang
Ketika peperangan terjadi antara Sekutu dengan Jepang yang dimotori oleh pihak barat yang pada akhirnya penggempuran Pearl Harbour sebagai pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di lautan keduh, samudra fasifik, dan angkatan udara Jepang maka mulailah peperangan Asia Timur Raya, sebagai bagian dari perang dunia II pada tanggal 8 Desember 1941, beberapa jam setelah bergempur Pearl Harbour pengusaha Hindi Belanda mengumumkan perang dengan Jepang.
Kemenangan tentara Jepang atas pemerintahan Hindia Belanda pada awalnya disambut oleh rakyat Indonesia dengan harapan bahwa kekalaha penjajahan Belanda tentu akan memberikan kesempatan bagi kemerdekaan bangsa Indonesia.

4. Masa Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945
Pada malam 16 Agustus Sikarno dan Muhammad Hatta telah dibawa oleh para pemuda, sehingga termasuknya istriya Fatmawati dan anaknya Guntur di markas PETA di Rengas Dengklok. Pada pagi harinya bung Karno menjanjikan pada para pemuda yang menculiknya bahwa proklamasi kemerdekaan akan di bacakan besoknya setelah kembali dari Jakarta. Setelah kembali ke Jakarta maka pada malamnya bung Karno menghubungan para anggota PPKI lainnya untuk mengadakan rapat menyusun proklamasi.
Rapat yang mendadak ini tidak dapat diikuti oleh anggota yang hadir, dalam merumuskan teks proklamasi terjadi perbedaan antara yang setuju dan tidak setuju mengenai penyerahan dokasihkan taua diserahkan penyambutan akhirnya disepakati rumusan kekuasaan seperti yang diusulkan oleh Muhammad Hatta. Rumusan ini dapat diterima oleh kelompoik Jepang sebab dianggapsebagai terjemahan dari kata-kata pendahuluan pengawasan ketimbang penyerahan kedudukan sah, dengan rumusan ini Miyoshi melaporkan kepada atasannya bahwa yang dipimpin Indonesia hanya pengawasan. Jadi teks proklamasi kemerdekaan dirumuskan sebagai modus kompromi antara kelompok nasionalis tua dan pemuda.Bagi mereka yang penting kemerdekaan yang sudah dijanjikan dan dipropagandakan itu menjadi kenyataan akan tetapi suatu modus kompromi tentu tidak dapat memuaskan semua kelompok meskipun akhirnya diterima oleh semua kelompok.
Setelah teks proklamasi kemerdekaan disetujui maka timbullah masalah cara mengumumkannya, yang semuanya direncanakan lapangan Ikada pada tanggal 17 Agustus,tetapi dialihkan ke Pegangsaan Timur sekitar pukul 10.00 Soekarno menyampaikan pemandangan umum mengenai sejarah Indonesia merdeka kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan diteruskan denganpengkibaran Bendera Merah Putih dan dinyanyikan lagu kebangsaan

2. Proses Pembentukan BPUPKI

2.1 Proses Pembentukan BPUPKI
BPUPKI (Badan Usaha Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia) disusun tanggal 1 Maret 1945 dan diketuai oleh dr. K.R.T Radjiman Wdyodiningrat Rumusan Pancasila Dasar Negara Indonesia Merdeka Adapun tujuannya adalah menyelidiki dan merumuskan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suatu Negara merdeka. Ketua BPUPKI meminta pandangan mengenai dasar Negara Indonesia merdeka yang akan dibentuk itu, ternyata ada 3 orang yang memenuhi permintaan tersebut yaitu Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Soepomo dan Ir. Soekarno
- Rumusan Mr Muhammad Yamin :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Kerakyatan
4. Peri Ketuhanan
5. Kesejahteraan Rakyat
- Rumusan Prof. Dr.Soepomo
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Mufakat dan Demokrasi
4. Musyawarah
5. Keadilan Sosial
- Rumusan Ir Seokarno
1. Kebangsaan Indonesia
2. Peri Kemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteran Sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Rancangan UUD 1945
Saat piagam Jakarta berhasil disusun, BPUPKI membentuk panitia perancang UUD dalm siding BPUPKI kedua tanggal 10-16 Juni 1945. Panitia perancang UUD diketuai oleh Ir Soekarno dan beranggotakan 19 orang dalam sidangnya pada tanggal 11 Juli 1945 panitia perancang UUD yang beranggotakan tujuh orang pada keesokan harinya tanggal 14 Juli 1945 dalam rapat Pleno BPUPKI manerima laporan hasil kerja panitia perancang UUD yang dibacakan oleh Ir. Soekarno.

2.2 Penyusunan Sila-sila Pancasila dan UUD
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Bangsa Indonesia menyatakankepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan oleh karenanya manusia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Kemanusiaan yang adil dan beradab menunjang tinggi nilai-nilai kemanusiaan,gemar melakukan kegitan-kegiatan kemausiaan,dan berani membela kebenaran dan kebalikan. Sadar bahwa manusia adalah sederajat maka bangsa Indonesia itu dikembangkan sikap hormat dan bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain
3. Sila Persatuan Indonesia
Dengan sila Persatuan Indonesia, manusia Indonesia menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi dan golongan.Persatuan dikembangkan atas dasar Bhinnneka Tunggal Ika,dengan memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
4. Sila Kedaulatan Yang di Pimpin OLeh Hikmah Dalam Permusyawaratan Perwakilan.
Manusia Indonesia menghayati dan menjung-jung tinggi sikap hasil keputusan musyawarah,karena itu semua pihak yang bersangkutan harus menerimanya dan melaksankan dengan iktikad baik dan penuh tanggung jawab.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Dengan sila keadilan sosialbagi seluruh rakyat Indonesia,manusia Indonesia menyadari bahwa hak dankewajiban yang sama untukmendapatkan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Penyusunan UD
Rumusan UUD 1945 yang ada saat ini merupakan hasil rancangan BPUPKI, naskah dikerjakannya mulai dari 29 Mei sampai 16 Juli. Jadi hanya memakan waktu selama 40 hari setelah dikurangi hari libur, kemudian rancangan itu diajukan ke PPKI dan diperiksa ulang,dalam siding pembahasan terlontar usulan penyempurnaan :
Namun dalam perjalanan selanjutnya eksprimen ketatanegaraan tak kunjung berhasil menetapkan UU baru, upaya yang dilakukan siding dewan berakhir dengan ketegasan alhasil hingga 1959 belumjuga mampu disusun UUD baru yang lengkap dan sempurna,solusinya UUD 1945 diberlakukan kembali.

2.3 Detik-detik Proklamasi
Pelaksanaan acara prolamasi hari kemerdekaan bangsa dan Negara Indonesia dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 Jl Pegangsaan timur No.56 pukul 10,00 Wib. Setelah bendera sang Merah Putih dikibarkan para hadirin dengan spontan dan serentak menyanyikan lagu Indonesia raya cipataan WR.Supratman.

Jadwal acara Proklamasi 17 Agustus 1945
1 . Pembacaan Proklamasi yang kemudian dilanjutkan dengan pidato singkat Ir. Soekarno.
2. Pengibaran Sang Bendera Merah Putih
3. Kata Sambutan dari Sichinyo
4. Kata Sambutan dari Dr Mawar selaku panitia keamanan

Makna Proklamasi Kemerdekaan Negara kesatuan Republik Indonesia :
1. Telah lahir sebuah Negara dan bangsa baru yang merdekan dan berdaulat.
2. Adanya revolusi untuk mendirikan kekuasaan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
3. Bebas dari segala bentuk janji muluk kemerdekaan dari pemerintah Jepang

Detik-detik Pembacaan Naskah Proklamasi :
Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00-04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan dikediaman Soekarno Jln. Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno. Drs. Mohammad Hatta dan atas nama bangsa Indonesia. Teks proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Malik pagi harinya 17 Agustus 1945.

3. MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

3.1. Manusia dan pandangan hidup
Dalam perjuangan menuju kehidupan yang lebih sempurna, sebagai makhluk Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Manusia memerlukan nilai-nilai unsure yang akan dianutnya sebagai pandangan hidup-nilai luhur adalah tolak ukur kebaikan yang berkenan dengan hal-hal yang bersifat mendasar atau abadi dalam hidup manusia. Seperti tentang cita-cita dan tujuan yang hendak dicapai dalam hidup ini.
Pandangan hidup berfungsi sebagai kerangka acuan,baik untuk menata kehiudupan diri pribadi manusia maupun berfungsi sebagai hubungan antara manusia dengan masyarakat dan alam di sekitarnya. Pandangan hidup tersebut merupakan landasan dasar untuk membentuk berbagai lembaga yang lebih penting bagi kehidupan ini.

3.2. Lembaga Yang Mewujudkan Pandangan Hidup
Fungsi lembaga-lembaga yang dibentuk manusia adalah sebagai instrument, sarana, dan wahana untuk mewujudkan pandangan kehidupan adalah sekedar merupakan konsepsi yang bersifat abstrak, tanpa daya untuk mewujudkan dirinya dalam kenyataan.
Sebagai makhluk sosial manusia tidaklah mungkin hidup menyendiri. Oleh karena itu, setiap manusia pribadi hidup sebagai bagian dari lingkungan social yang lebih luas, secara berturut-turut lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dll.

3.3. Hubungan Pandangan Hidup Masyarakat.
Hubungan pandangan mengenai kehidupan manusia dan masyarakat berdasarkan pada pandangan tentang manusia. Pandangan tentang manusia ini di dasarkan pada Pancasila. Dari sini dapat pula diartikan sebagai pandangan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hubungan inilah manusia dapat hidup dan menghidupi. Manusia hidup dalam hubungan dengan Tuhannya dan dalam perlindunganNya selamanya termasuk dengan lingkungan. Dengan dan dalam kebudayaan dan serba hubungan menjadikan dunia dan lingkungan lebih menyenangkan dan menjadikan hidup lebih baik.
3.4. Pandangan Hidup Berbangsa dan Bernegara
Konsep bangsa yang digunakan untuk merumuskan sila ketiga terutama konsep E Renan, yaitu sekelompok manusia yang mempunyai keinginan bersama untuk bersatu dan tetap mempertahankan persatuan,sedangkan factor-faktor yang mendorong manusia ingin bersatu itu bermacam-macam. Dalam hal ini apa yang digariskan oleh pasal 2 ayat (1) menegaskan bahwa Negara Indonesia ialah Negara kesatuan yang berbentuk republik.
Factor pendorong kea rah persatuan yang ditekankan oleh WD ialah pendidikan, budaya yang diatur dalam pasal 31ayat (2) pemerintah berusaha menyelenggarakan suatu sistem penghujatan nasional yang diatur dengan undang-undang.
Norma-norma itulah yang harus di ikuti agar orang-orang Indonesia dapat hidup berbangsa sesuai dengan pancasila dan menjalankan sila 3 yang wujudkan pasal-pasal tersebut. Orang Indonesia tidak terlepas dari pasal-pasal lain. Lewat hal ini pulalah kecintaan manusia kepada Indonesia kepada bendera merah putih dan bahasa Indonesia dapat dikemukakan secara intensif.

Pandangan Hidup Bernegara
Meskipun sila-sila pancasila itu tidak dapat terpisah-pisahkan, tetapi dalam mencerminkan dalam pasal UUD 1945 pembentuk Negara dengan jelas menciptakan pasal-pasal yang merupakan penuangan dari masing-masing sila. Meskipun kadang-kadang pasal-pasal itu agak sulit ditetapkan dengan mutlak sila mana yang dikandungnya,sebab itu mustahillah satu pasal-pasal jelas merupakan penuangan salah satu sila yang mengandung unsur-unsur sila-sila yang lain.
Sila ke 4 dengan tegas dapat ditetapkan merupakan sila yang menjiwai pasal-pasal yang berkaitan dengan Negara. Seperti di ketahui unsure Negara ialah wilayah, warga Negara, dan pemerintahan yang berdaulat. Maka untuk dapat melihat sejauh mana pancasila itu, menjadi pandangan hidup bernegara. Maka orang harus meneliti pasal-pasal yang mengatur itu. Ada dua pasal yang menyinggung tentang Negara secara implisit yaitu pasal 1 ayat (1) yang menyatakan Negara Indonesia adalah Negara kesatuan. Ini berarti wilayah Negara bagian ke dua pasal 18 secara implisit menyebut wilayah Indonesia dengan kata-kata pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pasal-pasal UUD 1945 memberi norma hidup bernegara yang jelas yaitu wilayah Negara akan ditentukan bersama dengan Negara-negara tetangga. Pemerintahan sesuai dengan sila ke 4 berdasarkan kedaulatan rakyat diselenggarakan oleh MPR. Kemudian MPR memberi mandate kepada presiden bersama-sama dengan lembaga-lembaga terkait untuk menjalankan pemerintahan.

4. NEGARA PANCASILA SEBAGAI NEGARA KEBANGSAAN YANG BERKETUHANAN YANG MAHA ESA

4.1 Negara Indonesia Sebagai Negara Ketuhanan Yang Maha Esa
Pancasila sebagai suatu kesatuan system filsafat tidak hanya kesatuan yang menyangkut sila-silanya saja melainkan jiga meliputi hakikat dasar dari sila-sila pancasila atau sevara dasar onologis sila-sila pancasila pada hakikatnya adalah manusia yang memiliki hakikat mutlak. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut bahwa yang berke Tuhanan Yang Maha Esa,yang berkemanusiaan yang adildan beradab, persatuan Indonesia yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Hakikat sila-sila pancasila,setiap sila terdapat kata yang merupakan subjek yang secara berturut-turut kodrat manusia sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri dan sebagai Makhlik Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu kedudukan manusia sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri mendasari dan menjiwai keempat sila-sila pencasila adalah beberapa hubungan sebab akibat yaitu Negara sebagai pendukung hubungan dan Tuhan,manusia, rakyat yang adil adalah sebagai sebab adapaun Negara sebagai akibatnya.Sebagai suatu system landasan sila-sila pancasila itu dalam halisinya menunjukkan suatu hakikat makna yang bertingkat, serta ditinjau dari keleluasaannya memiliki bentuk pyramidal.

4.2 Pertumbuhan Kesadaran Bangsa
Kesadaran bangsa Indonesia sebagai Negara kesatuan dan telah memiliki dasar Negara yaitu pancasila bersifat umum kolektif serta aktualitaspancasila yang bersifat khusus dan kongkrit dalam berbagai bidang kehidupan.Nilai-nilai yang terkandung dalam sila I sampai dengansila V pancasila merupakan cita-cita, harapan, dambaan bangsa Indonesia yang akan diwujudkan dalam kehidupan.
Kesadaran rakyat Indonesia pada sekarang ini sudah sangat kurang dalam mengisi kemerdekaan yang telah susah paying direbut oleh para pejuang, lihatlah para pemuda/i sekarang hanya mengisi kemerdekaan ini saja banyak tidak mempergunakannya dengan baik padahal kalau dibayangkan seandainya Negara barat memerangi Negara kita yang tercinta ini pasti kita akan kewalahan karena sifat kepahlawanan dalam diri para pemuda/i Indonesia sudah tidak ada lagi. Hal ini sangat memprihatinkan setelah 63 tahun merdeka masih ada juga yang sama sekali belum pernah dibangun jalan di desa Simalungun hal ini termasuk salah satu kegagalan pemerintah dalam memimpin. Ditambah lagi para pejabat Indonesia yang suka korupsi jelaslah bahwa rasa kesadaran dalam mengisi kemerdekaan ini tidak ada pada rakyat Indonesia lagi.
Oleh karena itu sudah seharusnyalah para pemerintah agar melakukan suatu kinerja yang baik dan menjadikan para pemuda/i Indonesia menjadi berguna bagi Negara nantinya guna meneruskan perjuangan para pahlawan kita yang telah susah payang mempertahankan kemerdekaan Indonesia mereka rela mati demi bangsa yang tercinta ini, kalau bukan pemuda/i yang akan mempertahankan Negara ini siapa lagi !, maka sesungguhya kesadaran akan kemerdakaan dalam pandangan disini sangat kurang dari yang diharapkan melihat dari fakta dilapangan.

4.3 Sejarah Singkat Berdirinya RI dan Integrasi Nasional
Pada tanggal 6 Agustus 1945 dan 9 Agustus bom atom dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki di Jepang oleh Amerika Serikat yang menurunkan moraldan semanagat para tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persipan Kemerdekaan Indonesia) berganti namanya menjadi PPKI (Panitia Persipan Kemerdekaan Indonesia), dengan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Momen inilah yang dimamfaatkan bangsa Indonesia untukmemproklamasikan kemerdekaannya.
Pada tanggal 12 Agustus 1945,Jepang mengatakan kepada Soekarno, Hatta, Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dibacakan tergantung cara kerja PPKI meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1945.
Maka pelaksanaan acara proklamasi hari kemerdekaan Bangsa dan Negara Indonesia dilaksanakan pada tanggal 17 Augustus 1945 di Jl. Pegangsaan Timur No.56 Jakarta pukul 10.00 wib. Setelah bendera sang merah putih berkibar, para hadirin dengan spontan dan serentak menyanyikan lagu Indonesia Raya ciptaan W.R. Supratman.
Jadwal Acara Proklamasi 17-08-1945 :
1. Pembacaan proklamasi yang kemudian dilanjutkan dengan pidato singkat Ir. Soekarno.
2. Pengibaran Sang Bendera Merah Putih.
3. Kata Sambutan dari Suwiryo.
4. Sambutan dari Dr. Muwardi selaku panitia keamanan.

Makna Proklamsi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia :
1. Telah lahir sebuah negara dan bangsa baru yang merdeka dan berdaulat.
2. Adanya revolusi memindahkan kekuasaan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
3. Bebas dari segala bentuk janji muluk kemerdekaan

Integrasi Nasional
Sejak memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal17 Agustus 1945 bangsa Indonesia menghadapai berbagai aksi dan gerakan yang mengarah pada disentegrasi. Setelah menghadapi sekutu yang diboncengi Belanda yang ingin menguasai kembali bumi persada ini, Negara Indonesia yang masih sangat muda harus menghadapi keinginan beberapa wilayah untuk memiliki pemerintahan sendiri.
Selain itu terdapat usaha-usaha untuk mengganti dasar Negara dengan ideology-ideologi lain,kemudian muncul upaya dan berbagai kegiatan politik praktis lainnya.Berdasarkan semua itu,masalah integrasi nasional merupakan masalah masalah mendasasr yang perlu mendapat perhatian serius dari segenap bangsa Indonesia tidak hanya tugas operator pemerintah saja. Mengingat pentingnya masalah integrasi nasional bagi RepublikIndonesia,Asosiasi Ilmu Politik dan Sosial yang menyelenggarakan seminar nasional mengenaimasalah ini antara tanggal 20 hingga 22 Januari 1992 di Pontianak.Untuk menyemarakkan forum itu AIPI mengundang pemakalah dari kalangan politik,peneliti masalah-masalah politik,negarawan, dan ABRI, konsep-konsep dan pokok-pokok pikiran mereka mnegenai integrasi nasional.

4. LATAR BELAKANG PERLUNYA P4

1. Pengalaman Sejarah

a. Berbagai peristiwa sejarah dan pergolakan merupakan ijian bangsa Indonesia sejak tahun 1945.
b. Pasang surutnya sejarah pertumbuhan bangsa selama tiga Dasawarsa merdeka yaitu ada masa dimasa pancasila diperdekatkan, masa pancasila digunakan sebagi slogan dan tamen.
c. Pengalaman sejarah yang pahit yanga pernah dialami dalam kehidupan bangsa kita.

2. Tugas Masa Depan Bangsa
a. Tugas masa depan bangsa adalah membangun masa depan menuju kepada kemajuan. Yang merupakan langkah bertahap mendekati wujud masyarakat berdasarkan Pancasila yang kita cita- citakan.
b. Pembangunanmembawa pada perubahan dan kemajuan yang baik dalam bidang kebendaan (pisik) maupun Sosio- kultural Bangsa (perubahan nilai-nilai Sosial).
c. Proses pegenerasi
Pegenerasi merupakan proses alami dan berlangsung secara alami pula. Yang menjadi persoalan bagi dan dalam kehidupan bangsa Indonesia.
- bahwa generasi yang akan datang yang akan melanjutkan perjaungan bangsa,tidak mengalami secara langsung secara perjuanga
- Adanya perbedaan pengalaman dan tantangan yang dihadapi kemerdekaan yang melahirkan republik ini., akan melahirkan tanggapan dan jawaban yang berbeda pula mengenai cita kemerdekaan.
d. Pelita III, babak ditengah- tengah perjalanan dalam tahap pembangunan lima tahun.Pembangunan lima tahun ke- 3 (1979- 1984), mempunyai pengaruh besar pada arah dan wujud masyarakat kita pada desa Waran- waran. Yang akan dating Pertambangan dunia yang cepat dan mendasar. Dunia kaita dewasa ini sedang terus bergerak mencari hubungan baru dalam segala aspek kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA

Zulkarnain. 2007, Pancasila. Medan : Diktat Fakultas Syariah
Internet Explorer. www-Google.com
Thamend R Noco. 2006. Dinamika Sejarah 3, Jakarta : Yudistira
Damar Rozikin. 1992. Pancasila Dasar Falsafah Negara. Jakarta Utara : PT Raja Grafindo Persada

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: