Awalbarri’s Blog

Januari 8, 2009

INSEKTISIDA

Filed under: Uncategorized — awalbarri @ 7:00 am

Insektisida adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh serangga pengganggu atau hama serangga. Insektisida terbagi atas insektisida sistemik, insektisida non – sistemik dan insektisida sistemik lokal. Sama halnya seperti jenis insektisida lain, dimana insektisida memiliki nama dagang. Misalnya saja Tanistar 160 AS yang memiliki bahan aktif isopropilamina glifosat 160,2 g/l.

Insektisida berfungsi untuk membunuh serangga. Ada bermacam-macam golongan insektisida , baik yang berasal dari bahan alami maupun yang berasal dari bahan sintetik. Dan golongan insektisida tersebut adalah Organochlorines,golongan ini terdiri atas carbon,cholorine, dan hydrogen.

Kemudian menurut cara masuknya insektisida kedalam tubuh serangga dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu racun lambung atau racun perut yakni insektisida yang membunuh serangga sasaran dengan cara masuk kepencernaan melalui makanan yang mereka makan,selanjutnya racun kontak yakni insektisida yang masuk kedalam tubuh serangga melalui kulit, celah/lubang alami pada tubuh atau langsung mengenai mulut siserangga dan yang terakhir yaitu racun pernafasan insektisida yang masuk melalui trachea serangga dalam bentuk partikel mikro yang melayang diudara.

Formulasi pestisida merupakan pengolahan yang ditunjukkan untuk meningkatkan yang bsifat-sifat yang berhubungan dengan keamanan, penyimpanan, penanganan, penggunaan dan keefektifan pestisida. Pestisida yang dijual telah diformulasikan sehingga untuk penggunaannya, pemakai tinggal mengikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan dalam manual.

Pada formulasi yang bersifat soil ( minyak ) larutan dan komponen formulasi terjadi pemisahan dan membentuk suspensi pada bagian bawah larutan, setelah diperlukan pengadukan maka komponen mengalami pencampuran yang signifikan.

Pada formulasi yang berbentuk zat cair komponen pelarut dengan bahan formulasi sangat mudah mengalami proses homogenisasi walau pada awal perlakuan untuk kedua zat tersebut mengalami suatu proses suspensi pada bagian bawah dan atas maupun bawah pada zat pelarut yang tidak dapat menyatu namun ketika diperlakuan pengadukan maka kedua komponen tadi mengalami proses homogenisasi yang tidak dapat dipisahkan meski masih adanya suspensi yang cukup signifikan pada akhir perlakuan.

Kalibrasi adalah mengukur volume semprot aplikasi pada sebuah alat semprot dalam suatu satuan waktu tertentu. Dalam kalibrasi untuk mengukur volume semprot aplikasi, maka harus diketahui terlebih dahulu tiga parameter. Jumlah larutan semprot yang dipengaruhi oleh besarnya lebar semprotan dari jenis-jenis nozle yaitu yang dipergunakan semakin lebar semprotan maka demikian cairan yang dikeluarkan.

Dan sebelum melakukan penyemprotan terlebih dahulu sebaiknya menentukan dosis larutan yang akan diaplikasikan kelapangan dalam penyemprotan. Dalam kalibrasi, untuk mengukur volume semprot aplikasi maka terlebih dahulu kita mengetahui ……………………………………………..0parameter yang digunakan.

Selektivitas insektisida lebih menekankan pada kemampuan insektisida untuk memilih OPT ( Organisme Pengganggu Tanaman ) sasaran tanpa merugikan organisme non target, termasuk musuh alami. Idealnya insektisida selektif adalah insektisida yang mengendalikan serangga hama sasaran tanpa merugikan musuh alami.

Selektivitas insektisida dibedakan menjadi sebagai berikut;
1. Selektivitas fisiologi yaitu selektivitas yang menjadi karakter khas insektisida tersebut. Selektivitas ini menyebabkan insektisida pada dosis dan konsentrasi tertentu mampu membunuh serangga tertentu dan tidak merugikan serangga lainnya.
2. Selektivitas karena sifat atau cara kerja insektisida. Contohnya adalah insektisida yang bekerja sebagai racun perut murni.
3. Selektivitas Formulasi.
4. Selektivitas Ekologis adalah selektivitas yang memanfaatkan teknik aplikasi untuk mengurangi dampak negative pestisida terhadap musuh alami hama dan hewan non target lainnya

Insektisida sistemik yaitu insektisida yang diserap oleh organ-organ tanaman,baik lewat akar, batang, maupun daun. Insektisida sistemik ini dapat dibagi lagi menjadi dua yaitu sistemik akropetal dan sistemik baipetal.

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: