Awalbarri’s Blog

Januari 8, 2009

AKTIVITAS ARUS KAS

Filed under: Uncategorized — awalbarri @ 7:02 am

Siklus kegiatan pada suatu perusahaan pada hakikatnya perolehan dan penggunaan dana. Siklus kegiatan tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu sikous jangka pendek dan siklus jangka panjang. Siklus jangka pendek berhubungan dengan perolehan dan penggunaan jangka pendek, yang pada dasarnya juga berhubungan dengan modal kerja.
Siklus ini dapat dilihat dari kegiatan perusahaan dalam mengubah uang tunai menjadi persediaan yang dari persediaan menjadi kas kembali. Piutang yang merupakan tahap antara yang menunjukkan hubungan dengan langganan. Siklus ini juga berkaitan dengan perolehan dana dari kreditur jangka pendek serta pembayarannya kembali. Sebaliknya siklus jangka panjang berkaitan dengan perolehan dan penggunaan dana jangka panjang.
Dalam perolehan suatu aktiva tetap misalnya akan mengakibatkan dana keluar dengan tidak diiringi masuknya dana dalam jangka waktu pendek. Hal ini berbeda dengan pembelian barang dagangan karena dalam kasus ini, pengeluaran dana akan diiringi dengan penerimaan dana dalam jangka waktu yang relatif bersamaan. Jadi siklus kegiatan jangka pendek dapat digolongkan sebagai kegiatan operasi perusahaan, sedangkan siklus kegiatan jangka panjang dapat digolongkan sebagai kegiatan investasi dan pendanaan (pembelanjaan) perusahaan.
Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut golongan, aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Untuk menentukan mana arus kas yang termasuk ketiga golongan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Aktivitas Operasi (Operating Activities)
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa aktivitas operasi meliputi siklus kegiatan jangka pendek yang merupakan aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan. Semua transaksi yang berkaitan dengan laba yang dilaporkan dalam laporan rugi/laba dikelompokkan kedalam golongan ini. Adapun arus kas masuk lainnya yang berasal dari kegiatan operasional misalnya :
• Penerimaan tunai dari langganan yang merupakan hasil dari penjualan barang dan jasa.
• Penerimaan tunai dari langganan yang merupakan pendapatan bunga atas piutang yang ada.
• Penerimaan tunai dari pendapatan deviden.
• Penerimaan reund (pengembalian dana) dari suplier

Arus kas keluar misalnya :
• Kas yang dibayarkan untuk pembelian barang dan jasa yang akan dijual.
• Pembyaran hutang dan bunga atas hutang-hutang perusahaan tersebut baik hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang.
• Pembayaran pajak penghasilan pada pemerintah atas keuntungan yang diperoleh perusahaan dan pembayaran kewajiban serta denda lainnya.
• Pembayaran gaji, juga seluruh pembayaran tunai yang tidak berasal dari transaksi investasi atau pendanaan seperti pengembalian dana kepada langganan dan sumbangan, pembayaran tuntutan di pengadilan dan lainnya.

Contohnya :
Dijual persediaan dengan harga Rp. 250.000
Diterima uang tunai sebesar Rp. 325.000 atas penagihan piutang beserta bunga
Dibayar hutang dagang sebesar Rp. 100.000
Dibayar hutang gaji sebesar Rp. 300.000
Maka, arus kas dari operasi adalah sebagai berikut :
Arus kas dari operasi :
Sumber Kas :
Penjualan persediaan………………………………. Rp. 250.000
Penerimaan piutang dagang…………………….. Rp. 300.000
Penerimaan piutang bunga……………………… Rp. 25.000
Total penerimaan kas………………….. Rp. 575.000
Pengeluaran Kas :
Pembayaran hutang dagang……………………. Rp. 100.000
Pembayaran hutang gaji ………………………… Rp. 300.000
Total pengeluaran kas………………… Rp. 400.000
Arus kas bersih dari operasi……………….. Rp. 175.000

b. Aktivitas Investasi (Investing Activities)
Aktivitas investasi meliputi siklus kegiatan jangka panjang yang mempengaruhi investasi dalam aktiva tetap, juga investasi serta pemberian dan penagihan pinjaman kepada perusahaan lainnya. Arus kas masuk terjadi bila kas diterima dari hasil atau pengubahan investasi yang dilakukan sebelumnya. Adapun arus kas masuk dari aktivitas investasi misalnya dari :
• Hasil penjualan aktiva tetap dan aktiva tak berwujud serta aktiva produktif lainnya (tidak termasuk persediaan).
• Hasil penjualan surat berharga baik surat berharga yang merupakan investasi maupun milik sendiri sperti saham.
• Hasil penagihan pinjaman jangka panjang yang merupakan kegiatan investasi dan tidak termasuk bunga.
Arus kas keluar dari kegiatan ini misalnya :
• Atas pembayaran untuk pembelian aktiva tetap dan aktiva tidak berwujud
• Atas pembayaran untuk pembelian investasi jangka panjang seperti saham dari entitas lain.
• Pemberian pinjaman pada entitas lainnya.
Contoh :
Dibeli saham 400 lbr saham dari PT. Amarta dengan nilai nominal @ Rp.10.000 dan harga kurs 12.000 provisi dan biaya lain-lain Rp. 800.000.
Maka, arus kas dari aktivitas investasi adalah sebagai berikut :
Arus Kas dari Operasi :
Sumber Kas :
Penjualan mesin……………………………………… Rp. 30.000.000
Total penerimaan kas ………………….. Rp. 30.000.000
Pengeluaran Kas :
Investasi saham…………………………………….. Rp. 5.600.000
Total pengeluaran kas…………………. Rp. 5.600.000
Arus kas bersih dari investasi……………… Rp. 24.400.000
c. Aktivitas Pendanaan (Financing Activities)
Aktivitas pendanaan berkaitan dengan bagaimana kegiatan kas diperoleh untuk membiayai perusahaan termasuk biaya operasinya. Aktivitas ini mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman jangka panjang perusahaan. Dalam hal ini arus kas masuk merupakan kegiatan mendapatkan dana untuk kepentingan/pembiayaan perusahaan. Sedangkan arus kas keluar adalah pembayaran kembali kepada pemilik dan kreditur atas dana yang diberikan sebelumnya.
Arus kas dari kegiatan pendanaan misalnya adalah :
• Pengeluaran surat berharga berupa saham
• Menerbitkan surat hutang jangka panjang berupa obligasi dan wesel bayar jangka panjang.
• Pengeluaran hipotek dan lainnya.

Arus kas keluar misalnya :
• Pembayaran deviden dan pembagian lainnya yang diberikan pada pemegang saham
• Pembayaran atas pembelian/pemilikan kembali saham (treasury stock) dan obligasi.
• Pembayaran hutang pokok dana yang dipinjam kecuali bunga karena termasuk kegiatan operasi.

Contoh :
PT. Buana menjual 100 lembar saham dengan harga kurs Rp. 12.500 dan
Nominal @ Rp. 10.000 provisi biaya lain-lain Rpo. 820.000
Dibayar deviden atas saham sebesar Rp. 1.000.000
Maka, arus kas dari operasi adalah sebagai berikut :
Arus kas dari Operasi :
Sumber Kas :
Penjualan saham …………………………………. Rp. 5.820.000
Total penerimaan kas………………… Rp. 5.820.000
Pengeluaran Kas :
Pembayaran deviden……………………………. Rp. 1.000.000
Total pengeluaran kas……………….. Rp. 1.000.000
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan Rp. 4.820.000

Kegiatan investasi dan pendanaan yang tidak menggunakan kas misalnya pembelian bangunan dengan mengeluarkan surat hutang hipotek.
Transaksi ini harus dilaporkan secara tersendiri.

Metode Penyusunan Laporan Arus Kas
Dalam penyusunan laporan arus kas yang terdiri dari aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan terlebih dahulu kita harus memahami langkah-langkah apa saja yang harus kita lakukan.
Menurut Wibowo dan Abu Bakar Arif (2003 : 65) langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
 “Menentukan jumlah perubahan kas atau ekuivalen kas
 Menentukan jumlah kas bersih yang disediakan atau digunakan oleh aktivitas operasi.
 Menentukan jumlah kas bersih yang disediakan atau digunakan oleh aktivitas investasi.
 Menentukan jumlah kas bersih yang disediakan atau digunakan oleh aktivitas pendanaan.
 Menyusun laporan arus kas secara lengkap”
.
Untuk pelaporan arus kas, khususnya aktivitas operasi (Operating Activities) dapat disusun dengan dua metode yaitu :
1. Metode Langsung (Direct Method)
Dalam metode ini sumber penerimaan dan pengeluaran kas operasi kotor diungkapkan. Sumber utama kas operasi adalah kas yang diterima dari para pelanggan. Sedangkan pengeluaran utama kas operasi adalah kas yang dibayarkan pada pemasok atas barang dagangan dan jasa serta kas yang dibayarkan pada karyawan yang merupakan gaji atau upah. Selisih dari penerimaan dan pengeluaran ini disebut dengan arus kas bersih aktivitas operasi. Berikut ini adalah bagan laporan arus kas secara langsung :

PT. SANSA
Laporan Arus Kas
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2002

Arus kas dari aktivitas operasi
Penerimaan kas
Penerimaan kas dari pelanggan xxx
Penerimaan kas lainnya (sewa, dividen, komisi) xxx
Total penerimaan kas xxx
Pengeluaran kas
Pembayaran untuk pemasok xxx
Pembayaran untuk karyawan (gaji/upah) xxx
Pembayaran untuk bebas operasi xxx
Pembayaran untuk pajak xxx
Pembayaran untuk bunga xxx
Total pengeluaran kas xxx
Arus kas bersih yang disediakan (digunakan)
oleh aktivitas operasi xxx
arus Kas dari aktivitas Investasi
Arus kas masukArus kas masuk
Penjualan investasi xxx
Penjualan aktiva tetap xxx
Penjualan aktiva tetap tak berwujud xxx
Penerimaan hasil penagihan pinjaman xxx
Total arus kas masuk xxx
Arus kas keluar
Pembelian aktiva tetap xxx
Pembelian aktiva tetap tak berwujud xxx
Pembelian investasi xxx
Pembelian pinjaman kepada perusahaan lain xxx
Total arus kas keluar xxx
Arus kas bersih yang disediakan (digunakan)
oleh aktivitas investasi xxx
Arus Kas dari aktivitas pendanaan
Arus kas masuk
Penerbitan surat berharga (saham preferen, saham biasa) xxx
Penerbitan surat utang (utang obligasi, wesel bayar) xxx
Total arus kas masuk xxx
Arus kas keluar
Pembelian saham treasuri xxx
Penarikan (pelunasan) surat utang (obligasi, wesel bayar) xxx
Pembayaran dividen xxx
Total arus kas keluar xxx
Arus Kas bersih yang disediakan (digunakan)
oleh aktivitas pendanaan xxx
Kenaikan (penurunan) kas bersih xxx
Saldo kas awal tahun xxx
Saldo kas akhir tahun xxx
Asumber : Pengantar Akuntansi II, Penerbit Salamba Empat, Jakarta, 2003.

PT. ABC
Laporan Arus Kas (Metode Langsung)
Tahun yang Berakhir 31 Desember 2002)

dalam rupiah

Arus kas dari aktivitas operasi
Penerimaan kas dari pelanggan xxx
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan xxx
Kas yang dihasilkan operasi xxx
Pembayaran bunga xxx
Pembayaran pajak penghasilan xxx
Arus kas sebelum pos luar biasa xxx
Hasil dari asuransi karena gempa bumi xxx

Arus kas bersih dari aktivitas operasi xxx

Arus kas dari aktivitas investasi
Perolehan anak perusahaan X dengan kas (catatan A) xxx
Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (catatan B) xxx
Hasil dari penjualan peralatan xxx
Penerimaan bunga xxx
Penerimaan dividen xxx

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi xxx

Arus kas dari aktivitas pendanaan
Hasil dari penerbitan modal saham xxx
Hasil dari pinjaman jangka panjang xxx
Pembayaran hutang sewa guna usaha keuangan xxx
Pembayaran dividen * xxx

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan xxx

Kenaikan bersih kas dan setara kas xxx
Kas dan setara kas pada awal periode (catatan C) xxx
Kas dan setara kas pada akhir periode xxx

* Dapat juga dilaporkan sebagai arus kas operasi.

Sumber : IAT, SAK, Penerbit Salemba Empat, 2002
Keunggulan utama metode ini adalah adalah dapat melaporkan sumber penerima dan pengeluaran kas langsung dalam laporan arus kas tersebut. Sedangkan kelemahannya adalah kesulitan dalam pengumpulan data yang dibutuhkan dan biaya pengumpulannyapun relatif mahal.

2. Metode Tidak Langsung (Indirect Method)
Metode ini melaporkan arus kas operasi yang penyusunannya dimulai atau diawali dengan laba (rugi bersih) kemudian disesuaikan dengan unsur-unsur sebagai berikut :
a. Beban-beban yang bersifat non kas seperti :
 Beban penyusutan (depresiation) aktiva tetap
 Beban kerugian piutang yang diakui baik dengan membentuk cadangan kerugian piutang maupun tidak, dan penghapusan piutang karena tidak dapat ditagih lagi.
 Penghapusan atau pengurangan nilai buku aktiva tetap dan penghentian penggunaannya karena sudah habis disusutkan (tidak dapat dipakai lagi).
 Pembayaran deviden dalam bentuk saham
b. Laba rugi yang merupakan bagian hasil dari aktivitas bukan operasi.

c. Perubahan dalam harta dan hutang lancar.
Adapun bentuk dari laporan arus kas dengan menggunakan metode tidak langsung adalah sebagai berikut :
PT. SANSA
Laporan Arus Kas
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2002

Arus kas dari aktivitas Operasi
Laba (rugi bersih)……………………………………………………………………………. xxx
Penyesuaian
Biaya penyusutan/deplesi…………………………………………………… xxx
Amortisasi aktiva tak berwujud…………………………………………… xxx
Amortisasi diskon obligasi…………………………………………………. xxx
Amortisasi premium obligasi …………………………………………….. (xxx)
Kenaikan harta lancar………………………………………………………… (xxx)
Penurunan harta lancar………………………………………………………. xxx
Kenaikan utang lancar……………………………………………………….. xxx
Penurunan utang lancar …………………………………………………….. (xxx)
Keuntungan pelepasan aktiva tetap dan penebusan surat utang.. (xx)
Kerugian pelepasan aktiva tetap dan penebusan surat utang ….. xxx
Arus kas bersih yang disediakan oleh aktivitas operasi…………………………………… xxx

Arus Kas dari aktivitas Investasi
Arus kas masuk
Penjualan investasi xxx
Penjualan aktiva tetap, aktiva tak berwujud xxx
Penerimaan hasil penagihan pinjaman xxx
Total arus kas masuk xxx
Arus kas keluar
Pembelian aktiva tetap, aktiva tak berwujud xxx
Pembelian investasi xxx
Pembelian pinjaman kepada perusahaan lain xxx
Arus kas bersih yang disediakan oleh aktivitas investasi xxx

Arus Kas dari aktivitas pendanaan
Arus kas masuk
Penerbitan surat berharga (saham preferen, saham biasa) xxx
Penerbitan surat piutang (utang obligasi, wesel bayar) xxx
Total arus kas masuk xxx
Arus kas keluar
Pembelian saham perbendaraan xxx
Penarikan (pelunasan) utang obligasi xxx
Pembayaran dividen xxx
Total arus kas keluar xxx
Arus Kas bersih yang disediakan oleh aktivitas pendanaan xxx
Kenaikan (penurunan) kas bersih xxx
Saldo kas awal tahun xxx
Saldo kas akhir tahun xxx

Sumber : Pengantar Akutansi II, Penerbit Salemba Empat, Jakarta, 2003.

1 PT. ABC 1
2 Laporan Arus Kas (Metode Tidak Langsung) 2
3 Tahun yang Berakhir 31 Desember 20-2) 3
4 dalam rupiah 4
5 Arus kas dari aktivitas operasi 5
6 Laba bersih sebelum pajak dan pos luar biasa xxx 6
7 Penyesuaian untuk : 7
8 Penyusutan xxx 8
9 Kerugian selisih kurs (xxx) 9
10 Penghasilan investasi xxx 10
11 Beban bunga xxx 11
12 12
13 Laba operasi sebelum perubahan modal kerja xxx 13
14 Kenaikan piutang dagang dan piutang lain (xxx) 14
15 Penurunan persediaan xxx 15
16 Penurunan hutang dagang (xxx) 16
17 17
18 kas dihasilkan dari operasi xxx 18
19 Pembayaran bunga (xxx) 19
20 Pembayaran pajak penghasilan (xxx) 20
21 Arus kas sebelum pos luar biasa (xxx) 21
22 Hasil dari penyelesaian asuransi gempa bumi xxx 22
23 Arus kas dari aktivitas operasi xxx 23
24 24
25 Arus kas dari aktivitas investasi 25
26 Perolehan anak perusahaan x dengan kas (catatan A) (xxx) 26
27 Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (catatan B) (xxx) 27
28 hasil dari penjualan peralatan xxx 28
29 Penerimaan bunga xxx 29
30 Penerimaan dividen xxx 30
31 Arus kas bersih yang digunakan untuk aktifitas pendanaan (xxx) 31
32 32
33 Arus kas dari aktivitas pendanaan 33
34 Hasil dari penerbitan modal saham xxx 34
35 hasil dari pinjaman jangka panjang xxx 35
36 Pembayaran hutang sewa guna usaha keuangan (xxx) 36
37 Pembayaran dividen (xxx) 37
38 Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan (xxx) 38
39 39
40 Kas bersih kas dan setara kas xxx 40
Kas dan setara kas pada awal periode (catatan C) xxx
Kas dan setara kas pada akhir periode xxx

Sumber : IAT, SAK, Penerbit Salemba Empat, 2002

Metode ini menunjukkan hubungan antara laporan laba / rugi, neraca dan laporan arus kas, metode tidak langsung pada umumnya lebih murah dibandingkan dengan metode langsung karena datanya dapat tersedia / terkumpul dengan segera.
Untuk lebih jelasnya berikut adalah penyusunan laporan arus kas dengan mengambil data dari PT. Prima Sakti yang diperbandingkan antara neraca 31 Desember 1998 dan 1999.

SOAL – SOAL TERJAWAB
PT. PRIMA SAKTI
NERACA PERBANDINGAN
HARTA
kas
Piutang Usaha
Persediaan
Tanah
Bangunan
Akum.Penyusutan
Peralatan
Akum. Penyusutan
Paten
Total

KEWAJIBAN DAN MODAL
Utang usaha
Utang Obligasi
Saham biasa
Laba ditahan

Total 1999
Rp. 54.000,00
Rp. 68.000,00
Rp. 54.000,00
Rp. 45.000,00
Rp. 200.000,00
Rp. (21.000,00)
Rp. 193.000,00
Rp. (28.000,00)
Rp. 4.000,00 1998
Rp. 37.000,00
Rp. 26.000,00
Rp. 0,00
Rp. 70.000,00
Rp. 200.000,00
Rp. (11.000,00)
Rp. 68.000,00
Rp. (10.000,00)
Rp. 6.000,00
Rp. 559.000,00 Rp. 386.000,00

Rp. 33.000,00
Rp. 110.000,00
Rp. 220.000,00
Rp. 206.000,00

Rp. 40.000,00
Rp. 150.000,00
Rp. 60.000,00
Rp. 136.000,00

Rp. 569.000,00 Rp. 386.000,00

LAPORAN LABA RUGI
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Des 1999

Penjualan bersih
Harga pokok penjualan
Laba kotor

Beban operasional :
Beban penjualan dan umum
Beban penyusutan
Beban bunga

Pendapatan operasional
Rugi atas penjualan peralatan
Pendapatan sebelum pajak
Pajak pendapatan
Pendapatan bersih

Rp. 186.000,00
Rp. 35.000,00
Rp. 12.000,00 Rp. 890.000,00
Rp. 465.000,00
Rp. 425.000,00

Rp. 233.000,00

Rp. 192.000,00
Rp. (2.000,00)
Rp. 190.000,00
Rp. (65.000,00)
Rp. 125.000,00

Data tambahan
a. Peralatan dengan harga perolehan Rp. 41.000,00 nilai buku rp. 36.000,00 dijual rp. 34.000,00.
b. Tanah dijual seharga nilai bukunya.
c. Selama tahun 1999 perusahaan membayar dividen, membeli peralatan dan melunasi obligasi seharga nilai bukunya.
Dimita

Susunan laporan arus kas untuk tahu yang berakhir 31 Desember 1999 dengan metode langsung dan metode tidak langsung !

Jawab :U

Metode langsung

PT. PRIMA SAKTI
Laporan arus kas
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 1999
Arus kas dari aktivitas operasi
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas untuk
Pemasok
Beban operasi
Beban bunga
Pajak pendapatan

Arus kas bersih dari aktivitas operasi
Arus kas dari aktivitas investasi :
Arus kas masuk :
Penjualan tanah
Penjualan peralatan
Total arus kas masuk
Arus kas keluar :
Pembelian peralatan
Total arus kas keluar
Arus kas bersih dari aktivitas investasi
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Arus kas masuk :
Penerbitan saham
Total arus kas masuk
Arus kas keluar :
Pelunasan utang obligasi
Pembayaran dividen

Total arus kas keluar
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan
Kenaikan kas bersih
Kas 1998 (awal)
Kas 1999 (akhir)

526.000 (2)
186.000 (3)
12.000 (4)
65.000 (5)

848.000 (1)

789.000

25.000 (6)
34.000 (7)
59.000

59.000

166.000

166.000 (8)

160.000
(107.000)

160.000

40.000
55.000
95.000
65.000
17.000
37.000
54.000

Keterangan :
(1). Penjualan bersih Rp. 890.000
Kenaikan piutang usaha Rp. 42.000
Penerimaan kas dari pelanggan Rp. 848.000
(2). Harga pokok penjualan Rp. 465.000
Kenaikan persediaan Rp. 54.000
Rp. 519.000
Penurunan utang usaha Rp. 7.000
Pembayaran kas untuk pemasok Rp. 526.000

(3). Beban Operasi Rp. 186.000
(4). Beban Bunga Rp. 12.000
(5). Pajak Pendapatan Rp. 65.000
(6). Penjualan tanah (Rp. 70.000-Rp. 45.000) Rp. 25.000
(7). Penjualan peralatan Rp. 34.000
(8). Pembelian Peralatan
Peralatan tahun 1998 Rp. 68.000
Dijual Rp. 41.000
Rp. 27.000
Pembelian Tahun 1999 Rp. 166.000
Peralatan Tahun 1999 Rp. 193.000

Metode Tidak langsung
PT. PRIMA SAKTI
Laporan Arus Kas
Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 1999

Arus kas dari aktivitas operasi
Laba bersih
Beban penyusutan gedung
Beban penyusutan peralatan
Beban amortisasi paten
Rugi penjualan peralatan

Kenaikan piutang usaha
Kenaikan persediaan
Penurunan utang usaha

Arus kas bersih dari aktivitas operasi

Arus kas dari aktivitas investasi :
Arus kas masuk :
Penerbitan tanah
Penjualan peralatan
Total arus kas masuk

Arus kas keluar :
Pembelian peralatan
Total arus kas keluar
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:
Kenaikan kas masuk :
Penerbitan saham bisa
Total arus kas masuk

Arus kas keluar:
Pelunasan utang obligasi
Pembayaran dividen
Total arus kas keluar
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan:
Kenaikan kas bersih
Kas 1998 (awal)
Kas 1999 (akhir)

10.000
23.000
2.000
2.000

125.000

37.000

42.000
54.000
7.000
162.000

103.000

25.000
34.000

59.000

166.000
(107.000)

160.000

95.000

166.000

160.000

40.000
55.000

65.000
17.000
37.000
54.000

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: